Rabu, 13 November 2019

Pesugihan 6

Kemarahannya begitu sempurna. Wanita cantik itu fokus membiarkan dirinya dikuasai dendam dan menikmati sisi jahat sampai level ekstrem yang timbul akibat perbuatan rentenir keji pada keluarganya. Rasa sakit hati dan dendam yang mendalam membuat ia bersumpah untuk membalas perlakuan sang rentenir. Ia bertekad untuk menghancurkan hidup sang rentenir. Otaknya terus berputar dan bekerja siang malam untuk menemukan cara dalam mewujudkan rencana balas dendamnya.

Akhirnya wanita cantik itu menemukan cara. Laki-laki itu pada dasarnya lemah, dan kelemahannya itu ada pada kelaminnya. Semakin jantan seorang laki laki, sesungguhnya dia semakin 'lemah'. Tingkat kejantanan laki-laki dalam konteks ini adalah diukur dari seberapa tinggi keinginannya untuk memuaskan nafsu biologis. Laki-laki bisa menjadi orang yang paling lemah, mudah menyerah, tak punya kekuatan apa-apa, bahkan menjadi sangat bodoh dan mendekati idiot, ketika hatinya 'tertambat' kepada seorang perempuan. Dan pasti yang ada dalam benaknya hanyalah mencari cara bagaimana untuk mendapatkan perempuan itu. Tak peduli dengan urusan apapun, bahkan lupa bahwa dirinya adalah orang yang terpandang.

“Lasiem ... Hardiyem ...” Leni memanggil kedua siluman perempuan pelayannya. Hanya beberapa detik, kedua siluman perempuan itu telah muncul di hadapannya. Leni yang sedang duduk bersila di atas ranjang memperhatikan dengan seksama kedua siluman perempuan tersebut.

“Ada apakah kanjeng ratu ...” Lasiem berucap seraya membungkukan badan dengan menangkupkan kedua telapak tangan yang diletakkan di atas kepalanya.

“Kalian berdua aku tugaskan untuk menggoda laki-laki bernama Darwis dan anaknya bernama Suta. Buat mereka berkelahi memperebutkan kalian. Mereka tinggal di desa sebelah. Si Darwis adalah seorang rentenir kaya sedangkan Suta adalah kepala desa itu. Kalian harus mengubah wujud kalian menjadi manusia yang sama persis. Menjadi wanita yang sangat cantik dan menggoda ...” Perintah Leni.

“Baik kanjeng ratu ...” Sahut keduanya hampir bersamaan. Hanya dalam waktu sekejap mata kedua siluman perempuan tersebut telah berubah menjadi wanita cantik dan seksi yang serupa. Kedua siluman itu memiliki wajah yang sama.

“Hhhhmm ... Cukup ... Sekarang pergilah ke sana ... Goda bapak dan anak itu sampai mereka saling menyakiti. Tipu dan hasut mereka sampai keduanya berkelahi ...” Perintah Leni lagi.

“Baik kanjeng ratu ...” Jawab kedua siluman itu.

Setelah membungkuk dan memberi hormat, para siluman perempuan itu lenyap dari hadapan Leni. Dengan ilmu siluman tingkat tinggi yang mereka miliki, Lasiem dan Hardiyem sudah berada di tempat yang berbeda dengan penampakan sebagai wanita cantik menggoda. Lasiem dan Hardiyem menampakan dirinya sebagai wanita yang sama dengan nama yang sama.

----- Milf_Love -----

Lasiem sampai di depan kantor kepala desa dengan memakai kemeja putih dan rok asimetris yang senada, nampak seperti busana kerja. Lasiem masuk ke kantor kepala desa itu tanpa mempedulikan tatapan kagum dari orang-orang yang dia lewati. Pada salah seorang pegawai, Lasiem mengutarakan maksudnya untuk bertemu dengan kepala desa. Si pegawai seperti terhipnotis dan langsung saja mengantarkan Lasiem ke ruangan atasannya.

“Masuk!!!” Terdengar suara kepala desa dari dalam ruangannya setelah sang pegawai mengetuk pintu.

“Maaf, pak ... Ada yang ingin ketemu dengan bapak ...” Kata si pegawai.

“Siapa?” Sang kepala desa mendelik kesal.

“Saya ...” Tiba-tiba Lasiem bersuara dan masuk ke dalam ruangan kepala desa tanpa menunggu ijin dari si pemilik ruangan.

Suta, sang kepala desa, melongo dan mulutnya setengah menganga melihat seorang wanita cantik mendekati mejanya. Lasiem langsung duduk di hadapan Suta sambil memberikan senyum tipis. Senyum itu bukan sembarang senyum melainkan senyum yang mengandung kekuatan gaib pengasihan. Sang kepala desa terhanyut dalam pesona Lasiem sesaat tadi.

“Perkenalkan ... Nama saya Maya ... Sengaja saya menemui bapak karena ada tugas dari perusahaan ...” Ucap Lasiem yang memperkenalkan dirinya dengan nama ‘Maya’.

“Oh ... I-iya ... A-apa yang bi-bisa sa-saya bantu ...” Suta tergagap karena masih tertegun dengan kecantikan wanita yang ada di depannya.

“Terimakasih sebelumnya ... Perusahaan saya sedang mencari sumber air pegunungan ... Menurut informasi, di daerah ini ada sumber mata air pegunungan ... Oh ya saya lupa, perusahaan saya adalah perusahaan yang memproduksi air mineral kemasan ...” Jelas Lasiem aka Maya pada Suta.

“Oh ... Me-memang di sini ada sumber mata air itu ... Letaknya,...letaknya ada di bukit sebelah utara desa ...” Sahut Suta sesaat mulai bisa mengendalkan diri.

Mereka mulai terlibat pembicaraan tentang sumber mata air pegunungan. Diam-diam sang kepala desa mulai menyukai lawan bicaranya. Semakin lama hasrat kelelakiannya semakin menguasai, otaknya telah tercemar oleh pikiran-pikiran mesum sehingga darah mudanya bergejolak. Hal ini wajar karena Lasiem aka Maya terus melancarkan kekuatan gaib pengasihannya. Kekuatan gaib itu membuat Suta kehilangan akal sehat sampai-sampai sang kepala desa mulai berani menyentuh dan mengusap tangan wanita siluman itu.

“Kalau begitu ... Bisa bapak mengantar saya ke lokasi?” Tanya Lasiem aka Maya sembari membalas remasan jemari Suta dengan mesra.

“Oh ... Siap ... Siap ... Ayo, aku antar ke sumber air itu ...!” Dengan sigap dan bersemangat Suta mengajak Lasiem aka Maya untuk segera meninjau sumber mata air tersebut.

Dengan menggunakan motornya, Suta mengantar Lasiem aka Maya ke sebuah perbukitan yang masih sangat alami dan indah. Pada batas tertentu, mereka harus berjalan kaki menuju lokasi perbukitan yang masih tersedia sumber mata air. Mereka berjalan menyusuri jalan setapak ke arah puncak bukit. Hutannya sangat lebat dan sangat sunyi. Hanya dalam beberapa menit, mereka sudah sampai di lokasi sumber mata air.

“Inilah tempatnya, Neng ...!” Tunjuk Suta pada sebuah sumber mata air yang airnya cukup besar keluar dari sebuah lubang tanah. Air itu terjun ke dalam sungai yang sangat jernih di bawahnya.

“Ayo pak ... Kita turun ke sungai ...” Ajak Lasiem aka Maya sambil menarik tangan Suta.

Mereka segera turun ke sungai dengan menyusuri anak tangga yang berjajar turun ke arah lembah. Tangan mereka saling genggam, Suta membantu Lasiem aka Maya agar tidak terpeleset. Tak lama, mereka sudah berdiri di atas batu lempeng besar di pinggir sungai. Dan secara tiba-tiba, Lasiem aka Maya membuka seluruh pakaiannya bahkan BH yang digunakannya dilempar ke tengah sungai sehingga terbawa arus. Kini tubuhnya yang seksi tanpa sehelai kain pun memasuki sungai. Wanita siluman itu bermain air sambil menggoda Suta dengan lirikan nakalnya.

Suta yang otak dan pikirannya telah diselimuti kabut hitam pun mengikuti Lasiem aka Maya membuka seluruh pakaian. Kejantanannya tetap tegang berdiri walau tenggelam dalam air sungai yang dingin. Didekapnya tubuh bugil wanita yang sedari tadi menggodanya itu dari belakang dan si wanita menyambutnya dengan hangat. Akhirnya mereka lebur dalam gelora syahwat yang meretas rambu tabu, menjelajahi wilayah yang lebih memuaskan nafsu dengan menautkan dua alat kelamin untuk bersatu.

Suta terus menerus menghujamkan kejantanannya menumbuk titik yang sama di kemaluan wanitanya hingga membuat Lasiem aka Maya gelagapan menerima sodokan-sodokan nikmat dari Suta. Sang kepala desa mendesah desah setiap kali mendorong penisnya ke dalam lubang wanitanya itu. Lasiem aka Maya pun menjerit tak kalah keras setiap kali batang besar Suta menumbuk dan menghujam nikmat liang kewanitaannya. Ternyata siluman perempuan itu sangat menikmati hujaman-hujaman penis Suta. Lasiem aka Maya menjerit keenakan, tubuhnya terlonjak-lonjak akibat hentakan-hentakan keras pinggul Suta. Suta mengangkat kedua paha Lasiem aka Maya lebih lebar dan menghujam kuat batangnya hingga Lasiem aka Maya memekik keras berkali-kali merasakan hujaman-hujaman dari batang kemaluan Suta di dalam lubangnya.

Persetubuhan itu sungguh suatu persetubuhan yang nikmat, menyenangkan dan memuaskan untuk keduanya. Bagi Lasiem aka Maya persetubuhan ini hanya sekedar melampiaskan hawa nafsunya yang tinggi. Namun tidak bagi Suta, ada efek ganda yang merasukinya. Suta menjadi sangat mencintai Lasiem aka Maya. Suta langsung menjadi tergila-gila pada wanita siluman tersebut. Lagi-lagi, hal tersebut terjadi karena ilmu gaib pengasihan yang dilancarkan Lasiem aka Maya telah sempurna bersemayam dalam diri Suta. Wanita siluman ini jelas tahu kalau rasa cinta Suta begitu besar. Perasan yang Suta simpan sangatlah besar. Dan karena itulah wanita siluman ini akan sangat mudah untuk memanfaatkannya.

----- Milf_Love -----

Hardiyem berhasil menemukan Darwis, sang rentenir tua, di sebuah kedai kopi. Dengan sangat santai dan anggun, Hardiyem memasuki kedai kopi tersebut dan duduk di bangku dekat sang rentenir. Darwis dan beberapa anak buahnya langsung bereaksi dengan menggoda wanita cantik nan seksi tersebut.

“Sendirian saja, Neng?” Tanya Darwis dengan muka mesumnya.

“Iya ...” Jawab Hardiyem sambil tersenyum menggoda.

“Boleh akang temenin ...” Kembali Darwis menggodanya.

“Boleh ...” Sahut Hardiyem menggemaskan. Dan tak perlu berpikir lagi, Darwis segera pindah duduk ke bangku Hardiyem. Suara riuh dari anak buahnya pun menggema.

“Siapa namamu neng cantik?” Tanya Darwis begitu percaya diri.

“Maya ...” Jawab siluman perempuan yang berwujud manusia itu.

“Duh ... Namanya cantik, secantik orangnya ...” Goda Darwis yang disambut kerlingan genit Hardiyem aka Maya.

“Makasih ...” Sahut wanita siluman itu sembari sedikit memanyunkan bibirnya seperti melakukan gerakan mencium. Tentu saja bukan gerakan tanpa makna, sebenarnya Hardiyem aka Maya mulai melancarkan ilmu gaib pengasihannya pada sang rentenir.

“Neng bukan orang sini ya ... Dari mana asal neng ...?” Tanya Darwis sambil menggeser duduknya mendekati Hardiyem aka Maya.

“Saya dari kota, kang ... Saya di sini sedang survey sumber mata air pegunungan untuk perusahaan saya ...” Jawab Hardiyem aka Maya.

“Oh ... Ada di sini neng ... Ada di bukit sebelah utara desa ...” Kata Darwis bersemangat.

“Akang bisa mengantarkan saya ke sana?” Suara Hardiyem aka Maya terdengar seperti rayuan dan menggoda.

“Akang siap mengantar neng ... Tapi kalau sekarang kita akan kemaleman ... Lebih baik besok saja ...” Ucap Darwis sembari menggeser lagi badannya hingga hampir bersentuhan dengan Hardiyem aka Maya.

“Kalau begitu ... Saya harus menginap ... Kalau di desa ini ada penginepan gak, kang?” Tanya Hardiyem aka Maya sambil tangannya diletakkan di paha sang rentenir tua itu. Dan tiba-tiba badan Darwis seperti dialiri listrik, tensi birahinya mendadak naik hanya karena sentuhan tangan wanita di sampingnya.

“Penginepan mah gak ada ... Gimana kalau nginep saja di rumah akang?” Darwis sedikit mendesah seraya tangannya menangkup tangan Hardiyem aka Maya yang ada di pahanya.

“Gak ah ... Takut istrinya marah ...” Balas Hardiyem aka Maya mendesah.

“Aku punya rumah yang kosong, neng ... Nginep lah di rumah itu ...” Bujuk Darwis.

Darwis langsung mengajak Hardiyem aka Maya ke rumah kosong miliknya dengan menggunakan motor. Hardiyem aka Maya ‘menemplok’ di punggung Darwis membiarkan payudara montoknya menjadi mainan punggung sang rentenir. Sesungguhnya, Hardiyem aka Maya sedang terus memasukan ilmu gaib pengasihan ke tubuh Darwis. Tanpa disadari oleh Darwis, otak dan hatinya kini diliputi obsesi gila untuk menikmati tubuh wanita di belakangnya itu. Kejantanannya sudah pada tingkat ereksi yang sempurna karena terus digoda oleh payudara yang mengganjal di punggungnya.

Tidak berselang lama, mereka sudah berada di rumah kosong sang rentenir. Walau kosong kondisi rumah sangat bersih karena selalu dibersihkan oleh anak buahnya. Setelah mengunci pintu, Darwis tanpa sungkan memeluk tubuh Hardiyem aka Maya dari belakang. Birahinya sudah sangat menggelegak kala itu. Darwis meremasi payudara Hardiyem aka Maya sambil lidahnya bermain di leher wanita siluman itu.

“Hhhhhmm ... aaahhh ... Ini kok keras begini kang?” Goda Hardiyem aka Maya sambil mengusap-usap kejantanan Darwis dari balik celana komprangnya.

“Iya ... Ingin cepet dimasukin ...” Ucap Darwis sangat bernafsu.

“Hi hi hi ... Udah gak sabar ya ... Tapi, masa di tengah rumah sih ...” Goda Hardiyem aka Maya yang semakin membuat Darwis lupa daratan.

Ditariknya Hardiyem aka Maya ke dalam kamar. Dengan sangat tergesa-gesa, Darwis membugili wanita siluman itu baru kemudian melucuti pakaian sendiri. Darwis benar-benar sudah gila, dengan sedikit kasar mendorong tubuh Hardiyem aka Maya ke atas kasur lalu menindihnya. Malah tiba-tiba memasukan penisnya menghentak kuat vagina Hardiyem aka Maya. Diperlakukan kasar seperti itu malah membuat wanita siluman itu sangat terangsang. Hardiyem aka Maya mengimbangi genjotan Darwis dengan menggoyangkan pinggulnya secara kasar pula.

Pergumulan liar penuh dengan hasrat birahi dan kesyahwatan pun berlangsung cukup lama. Darwis sang rentenir tua memiliki daya tahan yang sangat baik membuat Hardiyem aka Maya mengalami orgasme berkali-kali. Selama berlangsung persetubuhan itu sang wanita siluman secara terus menerus meniupkan ilmu gaib pengasihannya pada Darwis sehingga tertanam sempurna. Hatinya telah dibuat beku sehingga Darwis hanya mencintai wanita siluman itu. Di mata dan di hati Darwis tidak ada wanita lagi selain Hardiyem aka Maya.

----- Milf_Love -----

LENI POV

Telah lama sekali rasanya aku tidak melihat pemandangan indah seperti ini. Tubuh kekar manusia dengan perut rata ditambah dengan otot-otot yang kencang. Dipadukan dengan wajah yang lumayan tampan. Bagaimana pun tubuh manusia lebih indah dan sempurna daripada tubuh bangsa siluman. Mataku tak bosan-bosannya melihat tubuh setengah telanjang sopir dan tukang kebunku yang kekar sembada, yang tengah sibuk membenarkan saluran air pembuangan limbah di belakang rumahku.

Tubuh mereka begitu merangsang dan mencipta suasana dan perasaan sedemikian menggairahkan, menjadi pemicu birahi dan melecut syaraf untuk meminta tindakan yang lebih jauh. Bagiku, tubuh seksi manusia membangkitkan kenangan masa lalu. Kerinduan terpendam, seakan kembali bangkit dan menghanyutkan emosiku. Pijar bara gairah bergetar ditubuh.

Waktu pun semakin berjalan, malam pun telah tiba. Aku melihat sopir dan tukang kebunku mereka sedang asyik ngobrol di teras belakang rumah. Aku hampiri mereka dan bergabung dengan keasyikan mereka. Aku sangat bergairah, libidoku terus menggeliat saat berdekatan dengan mereka. Aku sangat merindukan tubuh manusia, aku sangat ingin merasakan kehangatan tubuh mereka.

“Kalian gak merasa kehilangan teman kencan kalian?” Maksudku adalah siluman perempuan teman tidur sopir dan tukang kebunku yang sedang menjalani tugas.

“Masih lama kah mereka, Bu?” Darman malah balik bertanya.

“Kamu kangen ya?” Godaku mulai menjurus.

“He he he ... Ibu tau aja ...” Darman tersenyum agak disembunyikan.

“Kalian lebih suka ngelonin siluman atau manusia?” Tanyaku menggoda.

“He he he ... Kalau silumannya cantik kayak mereka ... Ya, mendingan dengan siluman.” Jawab Ali.

“Hhhhmm ... Jawab jujur ya ... Cantik mana aku dengan kedua siluman pelayanku?” Aku menatap mereka bergantian. Mereka tersenyum malu dan lama kutunggu jawabannya. “Ayo jawab!” Paksaku.

“Cantik ibu dong ... Jauh kemana-mana ...” Suara Ali pelan dan terkesan ragu-ragu. Mendengar kata-katanya itu membuat gairahku semakin menggebu. Aku mengatur jalan nafasku dan berusaha menahan gejolak birahi yang sedari tadi kutahan.

“Kamu belum menjawab?!” Aku bertanya pada Darman yang sedari tadi menundukkan wajahnya.

“Oh ... I-iya ... Cantik ibu ...” Darman menjawab terbata-bata.

“Kalian telah berbohong ... Dan aku tidak suka dibohongi ... Kalian harus dihukum ...!” Kataku dengan nada intimidasi.

“Bu ... Maaf ...” Kedua pria itu terkejut.

“Kalian ikut aku!” Perintahku.

Langsung saja aku bangkit dari duduk dan berjalan menuju kamarku. Ali dan Darman mengikuti dari belakang. Aku tidak tahu mimik mereka namun yang pasti mereka sangat terkejut dan ketakutan. Tak lama, aku berhenti di ambang pintu kamar, mempersilahkan kedua pria itu masuk duluan baru kemudian aku masuk lalu menutup pintu. Kulihat badan mereka mengkerut dengan wajah menunduk.

“Sebagai hukumannya ... Minum itu ...!” Aku menunjuk dua gelas di meja kecil samping tempat tidur. Mereka memandangku sekilas dengan tatapan heran dan cemas. “Cepat minum!” Perintahku lagi lebih keras dan tegas.

Ali dan Darman mengambil gelas yang sengaja telah aku persiapkan sebelumnya. Kedua gelas itu berisi air putih yang telah kububuhi ramuan perangsang gairah buatan Zalanbur. Tentu efeknya pernah aku rasakan sendiri yang secara tiba-tiba akan merasakan birahi yang menggebu-gebu. Kuperhatikan kedua pelayanku itu meminum ramuanku sangat ragu-ragu namun akhirnya tandas juga. Aku tersenyum senang dan pestaku akan segera di mulai.

Hanya dalam hitungan detik, badan Ali dan Darman terlihat gemeteran. Terlihat sekali kalau mereka salah tingkah dengan muka yang memerah serta gerakan badan yang gelisah. Aku melepas gaunku membiarkannya jatuh di kakiku lalu berjalan menuju ranjang. Sebelum naik ke atas ranjang, aku lepaskan bra dan celana dalam. Tubuh bugilku kini terbaring menyamping, mataku melihat kedua pelayanku yang sedang terbakar oleh nafsu birahinya sendiri. Mereka memandangku dengan tatapan lapar seperti singa yang sedang mengincar mangsanya.

“Buka baju kalian!” Perintahku.

Seperti kerbau dicucuk hidungnya, mereka segera membuka pakaianya masing-masing. Penis mereka tegang bukan main yang menurutku lumayan besar dan panjang. Memang bila dibandingkan kejantanan bangsa siluman yang pernah menggauliku, penis Ali dan Darman sedikit lebih kecil tetapi bentuknya lebih cantik dan menawan.

“Ke sini lah ...!” Perintahku lagi. Keduanya berjalan mendekat ke pinggir ranjang. “Naik!” Kataku dan mereka pun menuruti perintahku.

“Sekarang puaskan aku ... Kalian tau apa yang harus kalian lakukan? ...” Kataku dengan tubuh terlentang pasrah.

Aku memejamkan mata agar mereka tidak sungkan untuk menjamah tubuhku. Tak lama, aku merasakan ada sebuah tangan mulai meraba-raba pahaku yang kemudian disusul oleh sebuah tangan yang besar dan kasar meremas-remas kedua buah payudara milikku sekaligus memainkan putingnya. Perlahan-lahan tangan yang tadinya meraba-raba pahaku mulai merambat ke atas hingga sampai ke payudaraku. Aku bahkan dapat mendengar suara nafas mereka yang semakin memburu.

“Eeeeeennggh…” Aku akhirnya mengeluarkan desahan lembut menggoda ketika merasakan ada dua buah tangan secara bersamaan memilin kedua puting payudaraku.

Sementara itu aku merasakan ada tangan lain yang mengelus-elus pahaku. Perasaanku seperti tersengat ketika dengan perlahan jari-jari tangan tersebut mulai menyentuh dan menekan-nekan vaginaku yang sudah basah kuyup. Jari-jari tadi merayap masuk dan menyentuh dinding kewanitaanku sehingga birahiku naik dengan sangat cepat. Tiba-tiba aku merasakan benda tumpul dan basah, yang kuduga itu adalah sebuah lidah, mulai menyentuh bagian dalam vaginaku.

“Aaaaaahhhhhh ....” Lenguh nikmatku akibat usapan lembut dan basah di area intimku.

Akhirnya aku benar-benar larut dalam kenikmatan yang sedang melanda diriku. Tubuhku serasa lemas tak berdaya membiarkan mereka menjarah seluruh bagian tubuhku. Aku benar-benar terbuai dikeroyok seperti ini. Tubuhku menggelinjang merasakan birahi yang memuncak karena merasa geli sekaligus nikmat di bawah sana. Aku membuka mata. Ali terus menjilati kedua buah payudaraku serta menggigit kecil kedua putingku yang sudah menegang itu. Darman semakin membenamkan kepalanya di antara kedua pahaku, dan karena geli aku pun merapatkan kedua pahaku sehingga kepala Darman terhimpit oleh kedua paha mulusku.

Dikerubuti dan dirangsang sedemikan rupa membuat aku merasakan gejolak yang luar biasa melanda tubuhku tanpa bisa kukendalikan. Terus-terusan menerima serangan birahi secara bersamaan dari dua orang pria yang berbeda pada daerah sensitifku, aku jadi tidak kuat menahan lama-lama. Sehingga dalam waktu beberapa menit saja tubuhku sudah seperti tersengat arus listrik yang menandakan kalau sebentar lagi aku akan mencapai puncak.

“Aaaaaahhhhhh….!!!” Aku berteriak kencang melampiaskan rasa nikmat di dalam tubuhku. Tidak lama kemudian cairan orgasmeku mengalir keluar dari vaginaku. Tubuhku mengejang hebat, lalu kedua pahaku menjepit kepala Darman dengan sangat kencang. Darman yang berada tepat di depan lubang vaginaku semakin liar menjilati vaginaku yang sudah sangat basah oleh cairanku tadi.

Luar biasa, kedua pelayanku memperlakukan aku sangat lembut. Mereka memberiku jeda beristirahat sambil membelai-belai tubuhku. Inilah yang membedakan bangsa manusia dengan bangsa siluman. Manusia lebih bisa memperlakukan wanita di atas ranjang daripada bangsa siluman yang cenderung kasar.

Aku melihat ke arah penis mereka dan aku menemukan kalau penis Darman lebih besar dari Ali, hitam serta dipenuhi urat-urat menonjol. Aku bangkit kemudian naik ke atas tubuh Darman lalu membimbing penisnya untuk masuk ke dalam vaginaku. Batang penis Darman membuat liang vaginaku terasa cukup sesaknya. Urat-urat pada batang penis itu berdenyut- denyut menambah sensasi yang kurasakan.

“Oooooohhh… Aaaaaahhhh…!!” Erangku karena tidak kuat merasakan sensasi luar biasa yang ditimbulkan dari tusukan penis Darman pada vaginaku. Di saat yang bersamaan, Darman juga menjilati payudaraku dan menggesek-gesekkan kumis tipisnya ke putingku yang membuat birahiku semakin memuncak.

“Aaaaaaaaaahhhh…” aku semakin mendesah menerima sodokan penis sekaligus jilatan pada payudaraku.

Kemudian aku menggoyangkan pinggulku dengan liar di atas penis Darman. Dia hanya bisa meringis dan mengerang, terutama saat aku membuat gerakan meliuk yang membuat penisnya seolah-olah dipelintir olehku. Aku bahkan semakin terangsang ketika melihat ekspresi kenikmatan di wajah Daman. Kugerakan pinggulku semakin liar seakan ingin memakan penisnya oleh vaginaku.

Aku gapai penis Ali dan menariknya agak kuat sampai ia agak berteriak. Ali bergerak karena tarikanku pada penisnya. Penis Ali kubawa ke mulutku. Dengan tidak sabaran, Ali malah menjejali mulutku dengan penisnya, penis itu ditekan-tekankan ke dalam mulutku hingga wajahku hampir terbenam pada bulu-bulu kemaluannya. Aku pun menelan penis Ali hingga menyentuh daging lunak di tenggorokanku. Kedua buah zakarnya juga aku pijati lembut dengan jari-jari tanganku yang membuat pemiliknya semakin mendesah tidak karuan karena menikmati pelayanan dari mulut serta tanganku sekaligus.

Dan karena aku sangat larut dengan semuanya, kurasakan cairan vaginaku deras menerjang,lagi lagi aku squirt. Namun aliran cairan vaginaku tertahan oleh penis Daman yang sedang keluar masuk liang nikmatku sehingga berbunyi setiap kali penisnya menerobos vaginaku. Sampai saat ini aku sudah tidak bisa menghitung lagi berapa kali penis Darman timbul tenggelam di vaginaku namun yang jelas aku merasakan penis Darman yang sedang mengisi vaginaku mulai berdenyut-denyut menandakan kalau ia akan mencapai orgasme.

“Aaaaahhhh… Buuuuuuuu!! Keluuaaaaaaarrrr......!!!” Pekik Daman.

Benar saja, Daman menyemburkan spermanya yang hangat ke dalam rahimku. Ketika nafas Daman mulai tersengal-sengal, dia memutuskan untuk menghisap-hisap payudaraku dengan mulutnya sambil menunggu penisnya memuntahkan semua isinya ke dalam vaginaku. Lama-kelamaan semburan sperma Darman semakin melemah hingga akhirnya berhenti sama sekali.

Aku pun turun dari atas tubuh Darman lalu merebahkan diri terlentang. Aku tarik Ali agak kasar hingga menindihku. Aku pun menekuk kedua kakiku lalu melebarkannya untuk bersiap disetubuhi oleh Ali. Dengan penuh nafsu Ali menjejalkan penisnya yang tidak kalah besar dari milik Daman ke dalam vaginaku. Kedua mataku terbelalak merasakan kembali sesaknya vaginaku. Kemudian Ali diam sejenak untuk menikmati liang vaginaku yang terasa begitu hangat.

“Aaaaahhhh ....” Desah Ali.

Karena sekarang vaginaku sudah banjir dengan cairanku serta sperma Daman, maka penis milik Ali dapat lebih mudah untuk masuk ke dalam vaginaku. Kini vaginaku sudah dimasuki oleh penis bangsa manusia untuk kedua kalinya. Namun aku sungguh menikmatinya dengan penuh penghayatan, sampai-sampai dengan tidak sadar aku menutup mataku.

“Oooohh… Aaaahhh…!! Uuuummhhh…!!” Aku semakin menggila saat Ali mulai menggerakkan penisnya di dalam vaginaku.

Ali terus menggerakkan penisnya ke dalam vaginaku dengan sangat cepat. Saat itu yang dapat terdengar hanyalah suara gesekan penis dengan vagina serta suara desahan nafasku dan Ali yang saling memburu. Sambil menggenjot dia juga bergantian menjilati daerah leher dan payudaraku. Apa yang dilakukan olehnya semakin membakar sensasi seksual tubuhku yang terus menggeliat penuh nikmat. Sodokan demi sodokan Ali benar-benar luar biasa, seolah memompa gairahku menuju orgasme. Keringat Ali sampai jatuh membasahi tubuhku yang juga tidak kalah basah oleh keringat.

“Aaaaaaaaaaaaahh… keluaaaaarr …!!” Karena sudah tidak tahan lagi aku melepaskan orgasmeku yang kedua.

“Oooooohh… Sa-sayaaaa jugaaaaa keluaaaaar Buuuuu…!! Ooooooh…!!!” Erang Ali panjang ketika memuntahkan cairan putihnya ke dalam vaginaku bersamaan dengan orgasmeku yang sudah kutahan-tahan dari tadi.

Tak bisa dipungkiri, aku sungguh menikmati ‘permainan ranjang’ ini. Kualitas kenikmatannya tidak bisa menandingi kenikmatan hubungan seksual dengan bangsa siluman. Di sini aku sangat leluasa mencari kenikmatanku sendiri. Aku tenggelam dalam kenikmatan bercinta yang tak pernah aku rasakan sebelumnya. Bercinta seperti ini rasanya telah menjadi candu yang tidak bisa diobati. Buktinya, aku terus melakukan persetubuhan dengan kedua pelayanku ini hingga hari menjelang subuh.

Bersambung

Rabu, 19 Juni 2019

Mamaku hamil part1

Di sebuah komplek perumahan yang tidak begtu elit di Jakarta Timur tinggal seorang anak bernama Bayu. Usianya baru 11 tahun. Dia tmbuh d keluarga kelas menengah dari seorang ayah bernama Haris dan ibu brnama Nia.

Haris, Ayah Bayu, merupakan karyawan swasta sebuah perusahaan BUMN di Jakarta. Usianya 35 tahun. Haris sering sibuk dengan pekerjaannya. Meski dmikian, akhir pekan selalu ia sempatkan waktu bersama keluarga. Hanya saja, yang terbilang buruk dariHaris ini ialah orangnya tergolong dadakan. Sebagai contoh, pernah bayu mengajak ayahnya bermain badminton saat akhir pekan, namun ayahnya tak bisa karena ada pekerjaan kantor yang deadline dan harus dikerjakan di rumah. Oleh karena itu, segera bayu pergi dan memilih bermain dengan temannya saja. Tak lama kemudian ayahnya mendadak mencari bayu untuk malaksanakan hal yang tadiny batal. Ya jelas saja ayahnya tak menemukan bayu, bayunya sudah pergi.

Nia, Ibu Bayu, merupakan ibu rumah tangga pada*umumnya. Usianya 33 tahun. Sebelumnya, dia sempat bekerja di*sebuah perusaahan swasta yang bergerak di*bidang konsultasi perbankan. Namun, pasca melahirkan Bayu,*ia*sepakat untuk resign daripekerjaan dan fokus menjadi*ibu rumah tangga atas restu dari*sang suami. Di lingkungan tempat tnggal Nia sering digoda bapak-bapak hdung belang. Bagaimana*tidak, tubuh nia yang sintal dan padat ditopang dengan tinggi 168cm mengundang para lelaki untuk menggodanya. Belum lagi*payudaranya yang berukuran 36 E membuat hawa nafsu para laki laki bergejolak dan 'adik kecil' terbangun. Hal tersebut*bisatergambarkan karena Nia sering menggunakan kaos ketat dan celana pendek jika*ke warung atau toko disekitar lingkungan rumahnya. Oleh karena itu tak heran buah dadanya*yg membusung serta sintal tubuhny mnjd tontonan gratisan*bagi*para*lelaki, terutama kaum bapak.

Oleh karena bayu anak semata wayang, tentu orang tuanya sangat posesif terhadap bayu. Bayu sering disuruh langsung*pulang*ketika*pulang*dari sekolah. Apalagi*sekolah bayu tergolong sekolah yang meniadakan pekerjaan rumah sehingga tak ada waktu berkumpul bersama teman di*luar jam sekolah, kecuali akhir pekan. Selebihnyabayu menghabiskan waktunya di*rumah. Orang tuany pun memantau dengan siapa bayu bergaul di sekolah maupun lingkungan sekitar. Tak heran bayu sering dianggap sebagai anak yang kuper alias kurang pergaulan dan polos oleh teman sebayanya.*

Cerita dimulai...

Akhir pekan tiba, pagi menyongsong, matahari perlahan terbit dari*timur memancarkan*sinar pelita, tentu menyenangkn dan bahagia bagi keluarga Pak Haris, terutama Bayu. Dirinya merasa merdeka karena*5 hariterkungkung di*dalam rumah, kecuali saat sekolah dan sekarang, akhir pekan. Nmun, akhir pekan ini*ia*tak gunakan waktunya*untuk bermain bersama teman temannya karena dia bersama kedua orang tuanya*sepakat untuk rekreasi ke Garut.*

"Ma.... ma.... ma.....*mama*dimana?" Tanya bayu yang masih kusut usai bangun tdur.

"Di sini de..." sahut Nia, ibu bayu, yangtampak dengan perlahan mempersiapkan bekal untuk rekreasi.

"Mama lagi*apa? Kelihatannya*sibuk banget pagi pagi begini".*

"Kamu pasti lupa de. Kan hari*ini kita mau jalan jalan ke Garut?!" Sambil menatap bayu yang berada disampingnya.

"Ohh ya yaaaa!" Sahut bayu kegirangan.

Langsung*ia*bergegas mncri ayahnya ksmua sdut ruangan. Dn ternyata, sang ayah lg mngecek kndisi mbil yg digunakan.

"Yah...ayahh.... yahhh??? Ayah dimana??? Kita*jadi*ke*Garut kan???"*

"Di sini de! Iya dong." Jawab sang ayah sambil mengecek kondisi mobilnya

"Assyiiikkkk jalan jalan jalan jalan jalannn"*

Begtu crianya*wajah bayu hari itu sampai smpai sang ayah keheranan. Hanya saja,

"De, tapi*perginya gak*sama*ayah ya. Sama*mama aja. Ayah*mendadak*harus menengok teman ayah yang semalam kecelakaan."

Wajah bayu yang tadi ceria seketika cemberut tercermin kekecewaan yang begitu mendalam.

"Yah ayah....",*bayu menggerutu.

"Maaf ya dee ayah gak*bisa nemenin." Jawab ayah bayu smbil memegang pundak anknya.

Nia, ibu bayu, menghampiri keduanya.

"Gak*kita tunda aja mas? Kita*ubah ajjadi*bareng-bareng nengok teman mas."

"Jangan, kasihan bayu. Lagipula ini udah direncanain jauh jauh hari."*

"Tapi ayah janji nanti ayah nyusul kalian ke Garut usai nengok teman ayah ya".

Bayu agak terkejut dengan wajah tak yakin.

"Bnran yah?"

"Nanti gak*bisa*lagi*tahu tahunya"

"Tahu nih sih ayah nanti mendadak gakbisa*lagi. Lagipula ayah pakai mobil siapa" timpal Nia seusai bayu menjawab.

Iya kali ini ayah janjiiii benerr... tapi gakhari*ini juga*ya. Tapi*besok nyusulnya. Ayah*nanti*berangkat sm atasan ayah yg jg mau ke Garut."

"Yahhhhhhhh....." jawab bersamaan bayu dan ibunya.

Namun Nia tetap meyakini bayu bahwa ayahnya tetap datang*meski tidak berangkat secara*bersamaan.*

Tak lama ayah bayu menyuruh anak dan istri segera siap siap.

"Yasudah kalian siap-siap gih. Makin siang nanti makin kena macet"

Kemudian,*

Bayu dan ibunya tampak sudah selesai bersiap-siap. Ayah bayu tersenyum menatap penampilan Bayu yang mencerminkan*cara*berpakaian anak lelaki*pada*umumnya jika*mau pergi.*Iatak menyangka anaknya*yang dulu masih bayi sekarang sudah beranjak menuju usia abg.*

"Ganteng banget anak ayah" jawab ayahbayu sambil mengelus rambut anaknya.

Namun*ia*agak heran dengan penampilan istrinya. Nia menggunakan blus merah agak longgar dengan belahan dada terlihat. Bawahannya*iamenggunakan jins ketat.

"Nia, kok pakaian kamu begini sih? Pakai blus blahan dadanya*kelihatan. Longgar lagi... kamu nunduk, itu payudara kamu diintip orang nanti."*

Nia mencoba*menenangkan suaminyasembari bercanda.

"Mas Haris gak*usah khawatir. Lagipula aku*sama*bayu kan naik mobil. Kalo masalah yang ngintip nanti aku tinju masss"

"Yasudah deh kalian langsung berangkat gih. Barang barang yang mau*di*bawaudah dimasukin ke*mobil*kan ?*Jangan sampai ada yang ketinggalan."

"Eh, nia kmu tahu jalan*kan? Aku jugakhawatir kamu nanti*malah kesasar." Ucap ayah bayu.

"Tenang mas*kan*ponselku ada*GPS. Aku juga*sedikit tahu kok jalur perjalanan ke*Garut." Nia mencobakembali menenangkn suaminya.

"Oke yasudah deh. Nanti kalo ada*apa-apa*hubungin aku*yaa. Udah cepetan masuk mobil".

Bayu duduk di depan bersama ibu yangmenyetir. Mobil grand livi** meluncur perlahan tak lupa nia membuka kacamobil sambil melambaikn tangan kesuaminya. Di*sisi*lain Bayu sedang asyik dengan ponselnya*entah*apa*yang sedang disibukkannya.*

"Bayu*ayo*dadah sm ayah...dadah"*

Waktu demi waktu terus berjalan hingga siang tiba....*

Nia sibuk mengemudikan mobil. Bayu sibuk dengan ponselnya. Masalah kemudian muncul...

"Ma... kok mama kayak orang bngung?" Tanya bayu dengan raut muka heran.

"Iya nih de. Mama*bingung*jalannyakemana. Ini gara-gara*mama sok tahu. Mama*gak*ngandelin GPS juga. Gak*adajaringan lagi"

Bayu jadi*ikut bingung. Dia bingung ingin berbuat*apa. Sedangkan raut wajah Nia, sang ibu, tanda kecemasan begitu terlihat. Dia menengok kiri kanan yang sekitar banyak pepohonan dan beberapa rumah pedesaan.

Tak lama kemudian mbil berhenti.

"Ma,*ma,*kok mobilnya*berhenti?" Tnya bayu.

Dengan nada melemah nia menajawab," bahan bakarnya*habis de karena*terlalu yakin mama jadi*kelupaan isi bahan bakar"

"Ma terus*bagaimana?" Bayu sedikit panik.*

Nia mengajak bayu keluar dari*mobil sambil berusaha mencari bantuan.

"De, kita*keluar dulu*yuk. Kita*caribantuan. Siapa tahu ada yang bisa bantuin kita"

Dari*kejauhan nia dan bayu yang kebingungan seketika*keluar dari*mobil diamati seorang bapak berusia 47 tahun. Namanya pak bejo. Kulit yang coklat kehitaman ditambah kumis dan perut yang agak tambun menjadi*ciri khasnya.Ia*merupakan penduduk sekitar yang bekerja sebagai buruh tani. Istrinya bekerja sebagai tenaga kerja di Malaysia. Sedangkan sang anak bekerja di Bandung. Penampilan pak bejo begtu adanya.*Ia*lebih sering telanjang dada dengan celana pendek. Itu terkait dengan pekerjaannya*sebagai buruh tani.

Tak lama kemudian pak bejo mencobamenghampiri ibu dan anak yang*sedang kebingungan itu.

"Maaf yaa*bu, kayaknya*lagi*bingung adayang bisa*saya*bantu?" Tanya pak bejo.

"Ini pak, saya*sama*anak saya*lagikebingungan. Tadinya*mau ke*garut.*Eh,malah kesasar ksini. Malah bahan bakar habis lagi" jawab nia

Pak bejo rasanya*tak mendengar*apayang dikatakan nia.*Ia*malah sibuk memandang tubuh nia yang sintal. Terlebih belahan dada nia terlihat. Hatinya bergumam,

"Weleh weleh yang begini nih bikin si otong gak*tahann."

Pandangan pak bejo membuat nia sedikit risau. Dia merasa pak bejo ingin menerkamnya.

"Yasudah bu, ke*rumah saya*aja*dulu. Mobilnya di*sini aja. Lagipula rumah saya*deket. Tuh rumah saya..." jawab pak bejo sambil menunjuk*ke arah rumahnya

"Yasudah pak kita ke*rumah bapak dulu aja"
"Yuk de kita*ke*rumah bapak ini dulu supaya*kita*dapat bantuan". Jawab nia sambil menenangkan anaknya*yang tampak kebingungan.

"Ma tetap jadi*kan ke*Garut?" Jawab bayu yg terpintas masih bingung.

Sedangkan, sambil brjalan mengantarkan ibu dan anak itu, di*wajah pak bejo terlintas sebuah senyuman. Entah*apa*arti senyuman itu.

Minggu, 27 Januari 2019

yati

Suatu malam sekitar pukul 11 malam dalam keadaan hujan angin yang mulai
mereda, aku dan istriku dalam kendaraan merasakan kedinginan.
Sialnya, tiba-tiba ban kendaraanku kempis, sehingga dengan terpaksa aku
menghentikan kendaraan dan aku memaksakan kendaraanku berhenti di depan
sebelah kiri sebuah warung yang kebetulan masih buka.
Segera setelah turun, akupun mulai mengganti ban yang kempis, sementara
istriku masih di dalam kendaraan…
Mungkin entah hawa dingin yang menggigit sehingga perutkupun melilit lapar
dan rasa lapar itu juga dirasakan istriku.
“Mas, aku lapar …. Ke warung itu dulu, yaa…”kata istriku yang malam itu
mengenakan blouse ketat dan tampak olehku payudara montok nya yang
berukuran 36C menantang.
“Setelah ini selesai, dik..”kataku
“Aku lapar banget nich….”katanya dan akupun tak melarang istriku menuju
warung itu, karena ku pikir aku dapat melihat dari tempat aku mengganti
ban kendaraanku.
Kulihat pula, saat istriku di pintu warung lekuk tubuh dan pinggul istriku
tercetak jelas dan bahkan rok klok elastis ketat di pinggul tampak
menerawang sehingga paha padat dan selangkangan istriku tampak jelas
Sekitar 15 menit kemudian aku selesai, dan aku menuju warung itu.
Aku celikukan masuk ke dalam warung itu, saat kulihat istriku tak ada di
dalam, hanya penjaga warung tua sekitar 70 tahunan dan seorang lelaki tua
berambut gondrong berumur sekitar 60 tahunan dengan memakai ikat kepala.
“Minum apa, mas?”kata penjaga warung tua itu
“Kopi, pak..”jawabku sambil mataku nanar mencari cari kemana gerangan
istriku.
Aku hanya diam, saat lelaki tua berambut gondrong dan memakai ikat kepala
itu duduk di sebelahku, aku tersenyum, dan tak lama penjaga warung tua itu
memberikan secangkir kopi kental panas.
“Pak, maaf… Bapak tidak melihat…
“Oooo itu istri mas?”kata lelaki tua berambut gondrong di sebelahku sambil
menepuk pundakku.
Setelah tepukan itu, tubuhkupun menggigil sejenak dan hatikupun serasa
ciut, gilanya nyalikupun ikut-ikutan ciut.
“Mungkin istri mas lagi cebok…”katanya sambil memandang tajam padaku.
Nyalikupun menghilang entah kemana, dan aku hanya terlonggong saat lelaki
tua itu meneruskan bicaranya yang begitu menyakitkanku.
“Istri mas suka cebok sendiri atau diceboki?”katanya dengan senyum yang
mencibir dan tangannya menarik tangan kananku.
“Yok kita lihat istri mas yang sedang cebok….”katanya dan seperti kerbau
dicocok hidungnya aku mengikuti lelaki tua berambut gondrong dengan ikat
kepala itu ke dalam warung dari bambu itu.
Lelaki tua itu menarikku ke sebuah bilik kecil yang gelap dan menyuruhku
duduk di sebuah bangku menghadap dinding bambu itu yang mempunyai cela itu
sehingga sinar dari bilik di sebelahnya masuk.
Belum sempat aku berpikir
“Mau lihat istrimu cebok, mas..?”katanya sambil mendorong kepalaku ke arah
celah itu dan deeeeer…….. seperti petir di siang bolong….aku begitu tak
percaya….
Istriku yang mungil dengan tinggi 155 cm dan usianya yang 40 tahun,
istriku masih tampak 6 tahun lebih muda dari usia sesungguhnya karena
rambutnya yang dipotong pendek juga sifatnya yang supel dan enerjik
Istriku yang dikenal sebagai wanita terhormat dan agak mirip-mirip bintang
blue film Hong Kong yang sexy itu.
Mataku serasa lepas saat kulihat istriku tengah berdiri di depan seorang
lelaki tua kepala botak yang duduk di ranjang bambu berumur antara 60 – 70
tahun seperti penjaga warung dan lelaki tua yang mengajakku ke kamar
dimana aku disuruh duduk seperti seorang pesakitan yang terjerat ratusan
pasal yang memberatkan hukumanku.
Lelaki tua botak itu tengah melotot melihat istriku yang tidak berdiri
saja, melainkan tangan kiri istriku memegang bagian depan rok klok elastis
ketat di pinggul sehingga selangkangan istriku dengan bulu kemaluan yang
lebat tersingkap jelas di depan mata rabun lelaki tua itu.
“Cepaaat gosok tempikmu, Jeng Yati …..”kata lelaki tua botak itu dan
menyebut nama istriku dan aku semakin tertegun saat kulihat tangan kanan
istriku dengan cepat menggosok-gosok bibir vagina nya sendiri dan kudengar
istriku mendesis-desis dengan mata terpejam dan tak lama kemudian kudengar
suara kecepak dari arah selangkangan istriku.
Aku semakin bergidik saat suara kecepak lendir vagina istriku keras
menandakan nafsu istriku sudah memanas, dan aku tak habis pikir karena
setahuku selama ini istriku tak pernah melakukakan menggosok-gosok
selangkangan nya sendiri.
“Buka tempikmu, Jeng Yati ….”kata lelaki tua botak itu memerintah istriku
dan aku melihat jelas bagaimana jari-jari istriku membuka lebar bibir
vagina nya sehingga tampak jelas liang vagina berwarna pink terkuak lebar.
“Lepas……”
“Bukaaa…Jeng Yati …. Lepas…. Buka ….”perintah lelaki tua berkepala botak
itu dan desahan berat nafas istriku semakin keras dan bunyi kecepak lendir
vagina istriku semakin jelas terdengar di bilik bambu itu.
“Sekarang elusi itilmu, Jeng Yati …”perintah lelaki tua berambut gondrong
itu dan istriku pun benar-benar mengelus kelentit nya sendiri disertai
erangan
“Mbbbbaaaaaaaaacchhhhhhh……..”desis istriku dan pantat bahenol mengelinjang
karena elusan jari tangannya sendiri ke kelentit istriku.
“Ayo gosok cepat itil mu Jeng Yati …… cepaat Jeng Yati ….”perintah lelaki
tua botak itu dan erangan dan desisan istriku pun memenuhi bilik bambu itu
“Mbaacch …mbaaachhh … mbaaaacghhhh …..”istriku merintih dan mendesis saat
jari tangan istriku sendiri menggosok-gosok kelentit nya dan tak ayal lagi
pantat bahenol istriku dan selangkangan istriku bergoyang keras seperti
penyanyi dangdut terkenal.
“Aduuch mbaah ….aducch mbaaah …zzzuuuuamikuuuu …mbaaaghhh … akuu ….
Nggaaaak tahaaaan mbaaaaaacgghhhh …..mbaaaaaaaaaaaaaaaaghhhhhhh …. “
“Cepaat Jeng Yatiiiiii…..Cepaaat ……” teriak lelaki tua berkepala botak
seolah suporter yang memberikan dukungan pada idolanya dan
“Mbbbbaaaaaaaaaacccghhhh akuuuuuu ….. keluaaaarr ….. Ngngngngngng
……..”istriku mengerang keras disertai pantat bahenol istriku yang
tersentak-sentak tak karuan saat orgasme nya meledak.
Istriku seorang wanita terhormat, dan kulihat baru kali ini melakukan
masturbasi bukan di depan suaminya tapi di depan lelaki tua berkepala
botak, yang selayaknya jadi kakeknya, dan aku tak tahu asal usul dan dari
kelas ekonomi yang berbeda dariku dan istriku.
Sejenak aku berpikir seperti itu, dan aku melihat istriku limbung dan
dengan cepat lelaki tua berkepala botak beruban itu dengan sigap memeluk
tubuh istriku yang limbung…
Kedua mata lelaki tua berkepala botak beruban itu nanar menjelajahi
gundukan payudara montok istriku yang masih terbungkus blouse ketat dan
aku semakin tertegun saat kutahu istriku hanya mengenakan BH tipisnya
sehingga kedua puting susu istriku tampak mencuat dari balik blouse ketat
nya….
“Mbbaaacchhh zzuuudaaaachhh …. Zuuuuamikuuuu naanti ke siiiniii….”desis
istriku menghiba dengan kedua mata terkatup…..
“Diaam ….. suamimu sudah tak berkutik ….sudah diurus anak buahku
….”katanya sambil mendudukkan istriku yang sudah loyo di ranjang bambu di
sebelah kirinya..
“Mbaaaah…..”istriku mendesih jari-jari tangan kanan istriku meremas
pergelangan lelaki tua berkepala botak beruban itu saat kulihat jari-jari
tangan lelaki tua yang besar-besar itu tengah mengelus-elus bergantian
kedua puting susu istriku yang mencuat dari balik blouse ketat nya.
“Zzzuudaaach mbaaaah …”istriku mendesis dan lelaki tua berkepala botak
beruban itu tak mengindahkan desisan istriku bahkan jari-jari tangan kanan
lelaki tua yang besar-besar itu malah memelintir sambil menarik-narik
puting susu sebelah kanan istriku … tidak itu saja tangan kirinya yang
memeluk istriku yang loyo itupun menyusup diantara ketiak kiri istriku dan
jari-jari tangan kiri lelaki tua yang besar-besar itu ikut pula memencet,
memelintir sambil menarik narik puting susu kiri istriku …..
“Mbaaaah .. zzudaaah mbaaaah … heeeh … oooccghh …mbaaaah …..”istriku
mendesis desis dan lelaki tua itupun sudah merasa telah menguasai istriku
dan jari-jari tangan kanan lelaki tua yang besar-besar itu dengan cepat
melepas satu per satu kancing blouse ketat istriku dan gundukan payudara
montok istriku yang seolah akan tumpah keluar dari BH tipisnyapun membuat
jakun lelaki tua berkepala botak beruban.
Dengan satu tarikan terputuslah tali BH istriku dan terkuallah kedua
payudara montok istriku dengan kedua puting susu hitam sebesar kelingking
menjulang kaku…..
“Mbaaaaaaaaaaacccghhhhh ….. “istriku mengerang saat dengan kasarnya kedua
tangan lelaki tua berkepala botak beruban itu meremas-remas kedua payudara
montok istriku dan jari-jari tangan lelaki tua yang besar-besar itu tanpa
ampun memencet, memelintir sambil menarik narik kedua puting susu hitam
sebesar kelingking …..
Kedua tangan istriku hanya dapat memengang pergelangan tangan lelaki tua
berkepala botak beruban itu tanpa perlawanan, dimana nafsu istriku sudah
menguasai dirinya
Kedua mata istriku sayu memandang ke depan …
“Pentilmu besar, Jeng Yati ….. mbah suka pentil besar …”katanya diantara
dengusan nafas tuanya dimana mulut ompongnya melumat telinga kanan
istriku, leher istriku yang mengerang, mendesah dan mendesis merasakan
kesakitan dalam nikmat saat bersamaan kedua tangan keriput itu
meremas-remas payudara montok istriku secara kasar dan seolah tanpa
kasihan memencet, memelintir sambil menarik narik kedua puting susu hitam
sebesar kelingking yang menegang kencang…..
Aku begitu tertegun, istriku yang selama ini aku perlakukan dengan lembut
malah mengerang dan mengkangkangkan kedua kakinya oleh ulah kasar lelaki
tua berkepala botak beruban itu…
Tanpa malu lagi jari-jari tangan kiri istriku menggosok-gosok selangkangan
nya di daerah bibir vagina nya sendiri dan bahkan dengan jari-jari tangan
kanan istriku menguik uik dan menggosok-gosok kasar kelentit nya sendiri
sehingga bilik bambu itu ramai oleh erangan istriku yang sudah tak
terkendali lagi dan
“Mbbaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaggghhhhhhhhh……ngngngngngngngng ……..”kembali
istriku mengejan keras disertai pantat bahenol istriku tersentak-sentak
tak karuan melepas derita nafsu birahinya saat mencapai orgasme kedua nya
malam itu….
Tubuh sexy istriku yang letoy lemas itu melorot bersandar di dada lelaki
tua berkepala botak beruban itu, rok klok elastis ketat di pinggul tak
lagi pada tempatnya tersingkap memamerkan selangkangan dan bulu kemaluan
yang lebat nya …. Sedangkan kedua payudara montok ber puting susu hitam
sebesar kelingking sudah terkual naik turun oleh nafas nya yang
mendengus-dengus tak beraturan….
Lelaki tua berkepala botak beruban itu rupanya cukup kuat menopang tubuh
lunglai istriku, yang biasanya tertidur sesaat setelah orgasme kedua nya
meledak, dan tangan keriput itu langsung mengerayangi selangkangan istriku

“Zzzuddaaaaaaghh mbaaaaah akuuuu caaapaaaaiiiiii ……”rintih istriku dan
lelaki tua berkepala botak beruban itu semakin mendekati selangkangan
istriku dan
“Mbaaaaaaccchhhh …… “istriku mengerang saat kulihat jari-jari tangan
lelaki tua yang besar-besar itu menggosok-gosok kelentit istriku dan
“Eeeeeeggggghhhhhhh ….”istriku melenguh saat kulihat jari telunjuk besar
lelaki tua berkepala botak beruban itu menerobos liang vagina istriku yang
sudah dibanjiri lendir vagina akibat dua kali orgasme berturut-turut…
“Aaamfffuuun mmbbaaaah … oocghh .. occgghhh … oocccgghhh … zzzz …zzzz ….
Giiilaaaaa…. Mbaaaagghhhhffffff …..mbaaggh … aaaaamfuuunnnnnzzzz gghhhh….”
Istriku mengerang-erang seperti orang kesakitan tetapi erangan itu berubah
“Mmbbaaaagggh …. Gilaaaaa …. Ennnaaaaaaccggghhhh ….zzzuuaaaamikuuuu …
gaaaak peerrnaaaagghhh …. Mbaaagghh … koook .. dikoreeeegggghhh
koreeeegghhhhzzzz …”
Kedua matakupun tertuju ke selangkangan istriku dan benar jari telunjuk
besar lelaki tua berkepala botak beruban itu tengah mengkorek-korek liang
vagina istriku seolah ada sesuatu yang tertinggal di dalam liang vagina
istriku atau tepatnya lelaki tua berkepala botak beruban itu mengetahui
liang vagina istriku sedang kegatalan….
Kini ketiga jari-jari tangan lelaki tua yang besar-besar itu telah masuk
ke liang vagina istriku yang sudah histeris keenakan, jari-jari tangan
lelaki tua yang besar-besar itu itu bukan saja mengkorek-korek liang
vagina istriku bahkan menggaruk-ngaruk liang vagina istriku sehingga
istriku mengangkat pantat bahenol nya ….
Tangan kanan istriku hanya memegang erat pergelangan tangan lelaki tua
berkepala botak beruban yang bergerak cepat, menggaruk-ngaruk liang vagina
istriku yang menggelinjang tak karuan dan selangkangan istriku menuruti
gerakan garukan lelaki tua berkepala botak beruban itu, sementara itu
kedua kaki istriku mengejang kejang kaku dan melemah dan paha padat
istriku mengapit kencang dan melemah tangan lelaki tua berkepala botak
beruban itu….
“Mbbbbbbaaaaaaaaaaaaaaaaagggghhhhh…… ngngngngngngngngngng …….”istriku
mengejan keras dan kedua kaki nya mengejang disertai pantat bahenol
istriku tersentak-sentak tak karuan saat orgasme ketiga istriku tak dapat
dibendungnya lagi…..
Aku hanya dapat berpikir kenapa istriku begitu terangsang hebat? Kenapa
istriku mau melayani lelaki tua berkepala botak beruban yang tak dikenal
istriku ? Kenapa istriku mau diperlakukan kasar? Mengapa istriku ? Mengapa
dan mengapa?
Yang jelas istriku dapat mencapai 3 kali orgasme dalam waktu kurang dari 1
jam…..
“Enak Jeng Yati ?”kata lelaki tua berkepala botak beruban itu
“Enaaghh mbaah….”desis istriku sementara pantat bahenol nya masih
tersentak-sentak kecil merasakan kenikmatan orgasme ketiganya.
“Aku suka jembut lebatmu Jeng Yati ….. apalagi ini …..”kata lelaki tua
berkepala botak beruban itu sambil meremas-remas kasar payudara montok
istriku
“Kubikin air susu Jeng Yati keluar he he …..”katanya terkekeh kekeh dan
“hap” mult ompong keriput itu melahap payudara montok kiri istriku
kemudian sambil memonyongkan mulut ompong keriputnya mengelamuti puting
susu hitam sebesar kelingking kiri istriku dan lidah panjang nya menjilati
puting susu hitam sebesar kelingking kiri istriku
“ooogghhh mbaaaaaaah aaaaiiiiir zzzuuzzuuuuukuuuuuu…….”istriku
mendengus-dengus dan “zzzzzeeerrrr” air susu istriku memancar keras ke
lantai… belum istriku tersadar kembali … Lelaki tua berkepala botak
beruban itu sudah mencaplok payudara montok kanan istriku dan menjilati
puting susu hitam sebesar kelingking kanan istriku dan “zzzeeerr” kini
kedua puting susu hitam sebesar kelingking istriku memancarkan air susu
dengan keras nya……
Aku tertegun saat lelaki tua berambut gondrong, yang tadi membimbingku di
bilik kamar tempatku mengintip, sudah masuk ke bilik dimana istriku yang
masih terbengong melihat kedua puting susu hitam sebesar kelingking
memancarkan air susunya secara deras, memasuki kamar itu….
“Jeng Yati mulai detik ini … Jeng Yati akan merasakan gatal minta diisap
puting susu mu sama lelaki selain suamimu… he he …..”katanya terkekeh dan
langsung melahap payudara montok kanan istriku dan lelaki tua berkepala
botak beruban itupun tak kalah gesit melahap payudara montok kiri istriku
……
Kini kulihat seperti dua orang bayi kehausan kedua lelaki tua itu
menghisap dan mengempot kedua payudara montok istriku sementara itu
istriku hanya dapat memegang erat kedua kepala lelaki tua itu karena
merasakan kegatalan yang amat sangat di kedua puting susu hitam sebesar
kelingking nya oleh hisapan dan sedotan kedua lelaki tua itu….
Belum hilang bingungku, kulihat tangan kedua lelaki tua itu mengerayangi
selangkangan istriku dan
“Ooooooggghhhhhhh …..”istriku melenguh panjang dengan kedua mata tertutup
dan menengadahkan kepalanya saat jari telunjuk besar kedua lelaki tua itu
menusuk dan masuk ke liang vagina istriku .
Pemandangan yang mencengangkan kulihat jari telunjuk besar kedua lelaki
tua itu berebut dengan ganasnya menusuk, mengkorek-korek dan mengocok
liang vagina istriku sambil dengan kasar menghisap dan mengempot kedua
payudara montok istriku …. Menggigit gigit kedua puting susu hitam sebesar
kelingking istriku …..
Tubuh istriku limbung, nafas istriku mendengus-dengus seperti banteng yang
terluka, blouse ketat nya basah oleh keringatnya ….kedua kaki istriku
mengejang kencang ….. pantat bahenol bergoyang tak karuan oleh kedua jari
telunjuk besar kedua lelaki tua yang berebut tempat mengocok,
menggaruk-ngaruk, mengkorek-korek liang vagina istriku dengan ganas dan
begitu kasarnya….
“Mmmmbbbaaaaaaaaaaaaaaaccchhhhhhh ngngngngngng ……..”istriku mengerang
keras dan mengejan …..tubuhnya bergetar hebat, pantat bahenol istriku
tersentak-sentak tak karuan dan kedua kakinya mengejang kaku tangannya
menekan keras kepala kedua lelaki tua itu ke kedua payudara montok nya
saat orgasme ke empatnya malam itu meledak dan serasa oleh menghancurkan
dan meloloskan tulang-tulangnya….. sehingga tubuh istriku yang mengejang
kuat kemudian melemah dan lemas sampai kepalanya tertunduk lemah ke depan
dan limbung sementara itu kedua lelaki tua itu terus menghisap dan
menyedot kedua payudara montok istriku sampai air susu istriku habis dan
melepas tubuh istriku yang langsung terbanting ke ranjang bambu itu dengan
blouse ketat yang tak terkancing dan rok klok elastis ketat di pinggul
yang tersingkap sehingga selangkangan nya yang ditumbuhi bulu kemaluan
yang lebat terpampang di depan lelaki tua yang sudah berdiri melepas
celana pendek komprangnya……
Mataku seakan terlepas melihat kedua batang kemaluan seperti botol sprite
tengah tegak berdiri minta direndam dan di lemaskan di dalam liang vagina
istriku yang basah kuyup oleh lendir vagina nya …..
Lelaki tua berambut gondrong itu memegang kedua pergelangan kedua kaki
istriku dan kemudian menarik kedua kaki istriku sehingga pantat bahenol
istriku tepat di pinggir ranjang bambu itu kemudian lelaki tua berambut
gondrong itu mengangkat dan mendorong kedua pergelangan kaki istriku
sehingga kedua kaki istriku dengan paha padat nya terkangkang lebar dan
selangkangan istriku tepat di pinggir ranjang bambu itu…. Tampak bibir
vagina istriku telah terbuka yang sudah basah oleh lendir vagina istriku
dan liang vagina istriku berwarna pink tampak terbuka …..
Lelaki tua berambut gondrong itu pun mendekatkan kepala jamur nya yang
besar itu ke arah liang vagina istriku dan
“Mbaaaaagghhhhhhhhh….”istriku melenguh saat kepala jamur itu menempel dan
langsung berusaha menjejali liang vagina istriku dan tubuh lelaki tua
berambut gondrong itu kini sudah diantara kedua paha padat istriku dan
begitu lelaki tua berambut gondrong itu membuka lebar bibir vagina istriku
dengan jari-jari tangan lelaki tua yang besar-besar itu dan tangannya
memebgang batang kemaluan seperti botol sprite nya … maka kedua kaki
istriku pun terlepas dan terkulai di lantai…..
Rupanya lelaki tua berkepala botak beruban itu tahu maksud boss nya dan
dia menaiki ranjang bambu itu dengan kedua lututnya dan mengkangkangi
tubuh istriku berhadapan dengan boss nya sehingga pantat kerempeng lelaki
tua berkepala botak beruban berada tepat di wajah letoy istriku ….
Sementara itu, kedua tangan istriku ditekan oleh kedua betis lelaki tua
berkepala botak beruban , sehingga praktis istriku tak dapat bergerak ….
Lelaki tua berkepala botak beruban itu menarik kedua lipatan lutut istriku
sehingga kedua kaki istriku terkangkang lebar dan selangkangan istriku
yang ber bulu kemaluan yang lebat itu terpampang dan dengan mudahnya
lelaki tua berambut gondrong itu dengan mudah membuka lebar bibir vagina
istriku sehingga liang vagina istriku berwarna pink itu ikut terkuak lebar
yang selanjutnya kepala jamur besar lelaki tua berambut gondrong itu
menempel di pinggiran liang vagina istriku …..
“setelah kamu rasakan kontolku……kau jadi perempuan gatal Jeng Yati ….tak
puas dengan suamimu ….. Jeng Yati ingin kontol kontol lain selain suamimu
ha ha……”
“Jangaaaan mbaaaah ……”isak istriku saat lelaki tua berambut gondrong itu
berkata, mungkin istriku berpikir tak mau jadi istri gatal yang selalu
ingin dijejali batang kemaluan selain batang kemaluan ku
“Suaaamikuuuuu …..”
“hehe he ….. suamimu akan takluk padamu Jeng Yati he he ….” Katanya dan
“Mbaaaaaaaaaaggggghhhhhh ………”istriku melenguh panjang saat lelaki tua
berambut gondrong itu menekan hingga masuk kepala jamur nya ke liang
vagina istriku dan begitu lelaki tua berambut gondrong itu melepas kuakan
bibir vagina istriku maka tampak bibir vagina istriku menggelembung oleh
desakan kepala jamur lelaki tua berambut gondrong itu….
Saat itu, aku tak dapat berpikir bagaimana nanti bentuk bibir vagina
istriku jika batang kemaluan seperti botol sprite lelaki tua berambut
gondrong itu menjejali liang vagina istriku …..
“Ngngngngngngngnghhhhhhhhhhhhzzzz……. Amfuuuuuuuuuuuunn………”rintih istriku
keras saat lelaki tua berambut gondrong itu menekan batang kemaluan
seperti botol sprite nya menjejali liang vagina istriku dan bukan lagi
menggelembung ….. bibir vagina istriku tampak terikut masuk ke dalam oleh
jejalan batang kemaluan seperti botol sprite lelaki tua berambut gondrong
itu…..
“Aaaamfuuuuuuuuuuuun ….. mmmmmmbaaaaaaaaaccccccchhhhhhhhzzzzz …..
zzzzzaakiiiiiiit ….mbbaaaaaaaaaaagghhhh ….” Istriku mengerang kesakitan
Tapi tampaknya lelaki tua berambut gondrong itu tak memperhatikan erangan
istriku yang lunglai dan tubuhnya tak dapat bergerak karena kedua tangan
nya ditekan betis lelaki tua berkepala botak beruban dan kedua lipatan
lutut istriku dipegang erat oleh lelaki tua berkepala botak beruban ….
“Aaamfuuuuun mbaaagghhh ….. zzzzzudddaaaaagghhh …..”istriku mengerang dan
tanpa sadar istriku yang hanya dapat menggerakkan kepalanya ….. mengangkat
kepalanya dan tanpa sengaja wajah istriku pun langsung menempel ke
selangkangan lelaki tua berkepala botak beruban itu dan kesempatan itu tak
disia siakan oleh lelaki tua berkepala botak beruban itu untuk menurunkan
pantatnya dan kini lelaki tua berkepala botak beruban itu menggosok-gosok
lubang anus dan buah pelirnya ke wajah istriku ..
Lelaki tua berambut gondrong itu pun mendesakkan semakin dalam batang
kemaluan seperti botol sprite nya ke liang vagina istriku sehingga bibir
vagina istriku semakin terikut masuk melipat ke dalam liang vagina istriku
….
“mmmbbbbbbb … bbbb … bbb….. bbbb … “kini suara istriku berubah oleh
desakan batang kemaluan seperti botol sprite lelaki tua berambut gondrong
itu menjejali liang vagina nya sementara itu mulutnya tertekan oleh buah
pelir dan hidungnya mengelus-elus lubang anus lelaki tua berkepala botak
beruban ….
Baru setengah masuk dan mungkin karena sesak lelaki tua berambut gondrong
itu menarik keluar batang kemaluan seperti botol sprite nya keluar sampai
hanya kepala jamur nya yang tertinggal di liang vagina istriku dan lelaki
tua berambut gondrong itu memajumundurkan batang kemaluan seperti botol
sprite nya ..
“MMbbb mmmbbbb ….” semakin gencar desisan istriku yang tertutup buah pelir
lelaki tua berkepala botak beruban itu saat lelaki tua dengan cepatnya
memajumundurkan batang kemaluan seperti botol sprite yang hanya separuh
masuk di liang vagina istriku dan aku baru teringat kalau istriku paling
suka batang kemaluan ku separuh jalan mengocok liang vagina nya karena
kata istriku G spot nya bergesekan dengan kepala jamur dan batang kemaluan
ku…
Terngiang desisan istriku saat G spotnya tergelitik dan hanya beberapa
menit biasanya istriku orgasme …..
Sedangkan kini, liang vagina istriku tengah dijejali batang kemaluan
seperti botol sprite yang ber kepala jamur lebih besar dari punyaku …. Aku
tak bisa merasakan bagaimana nafsu istriku melambung tinggi oleh gesekan
antara kepala jamur dan batang kemaluan seperti botol sprite lelaki tua
karena pasti gesekan itu semakin kuat ke G Spot istriku karena topi baja
dan batang kemaluan lebih besar dari punyaku….
Belum sempat aku berpikir lebih lanjut
“Mmmmmmmmmbbbbbbbzzzzzzzz…….”istriku mendesis dan “croook crook…” kudengar
lendir vagina istriku semakin banyak karena orgasme ke limanya…..
“Aaaaammmppppzzzzzz……..”istriku mengerang-erang saat lelaki tua berambut
gondrong menekan kuat menjejalkan liang vagina istriku sampai seluruhnya
masuk sehingga bibir vagina istriku pu terikut masuk dan mulut istriku
juga sudah dijejali buah pelir lelaki tua berkepala botak beruban itu…
Aku hanya bisa melihat bagaimana bibir vagina istriku terlipat lipat
keluar masuk saat batang kemaluan seperti botol sprite lelaki tua berambut
gondrong keluar masuk mengaduk aduk di semua dinding liang vagina istriku
yang terbuka maksimal karena besarnya batang kemaluan seperti botol sprite
lelaki tua berambut gondrong itu….
Sehingga tampak dari tempatku mengintip bagaimana kedua lelaki tua itu
mengejai istriku yang berkelejot setidaknya istriku dua kali lagi mencapai
orgasmenya…. Sampai akhirnya lelaki tua berambut gondrong itu menghujam
dalam dan pantatnya tersentak menekan nekan semakin dalam ke liang vagina
istriku saat air maninya menyembur di dalam liang vagina istriku sehingga
berbunyi “prreeeeet preeet” saat sebagian air maninya berbalik keluar
diantara sela sela liang vagina istriku dan desakan batang kemaluan
seperti botol sprite nya di liang vagina istriku …..
Entah berapa kali istriku orgasme kembali, saat mereka bertukar tempat,
dimana lelaki tua berkepala botak beruban kini tengah menyetubuhi istriku
tak kalah brutalnya….. sehingga tampak bagaimana istriku yang dalam posisi
tertelentang dengan kedua lipatan lututnya ditarik ke atas sehingga seolah
istriku sedang jongkok, dan selangkangan tepat di pinggir ranjang bambu
sehingga kedua lelaki tua itu dengan mudah menjejalkan dan mengobok-obok
setiap senti liang vagina dan dinding rahin istriku yang terus
mengerang-erang dan mendesis-desis disertai nafsu istriku yang tak
terkontrol seperti seorang pelacur jalanan dengan kata-kata kotor yang tak
pantas disebutkan oleh wanita terhormat.
Mulut istriku hanya mendesis-desis saat buah pelir dan yangmengherankanku,
kedua lelaki tua itulah yang merasakan dan memerawani mulut istriku yang
disumpal buah pelir dan batang kemaluan seperti botol sprite, karena
selama ini istriku menolak mengulum batang kemaluan dan buah pelir ku.
Nafas istriku terdengar mendengus-dengus seperti sehabis berlari kencang
sehingga gundukan payudara montok istriku naik turun disertai keringat
yang membasahi tubuh setengah telanjang istriku.
Aku begitu nelongso melihat bagaimana istriku, seolah seorang pelacur
jalanan, atau seorang gundik mengabdi pada tuannya atau seperti seorang
budak nafsu yang harus melayani tuannya dengan baik tanpa pamrih, melayani
dengan baik kedua lelaki tua itu , menggilir tubuh istriku untuk
melepaskan nafsu syahwatnya yang membuatku akhirnya tak sadarkan diri…
mungkin juga istriku yang digilir oleh kedua lelaki tua itu bergantian
sepanjang malam hingga pagi …..
Aku terbangun dan aku kaget saat kudapati aku dan istriku sudah berada di
mobil….. aku tak habis pikir saat aku melihat sekeliling karena
kendaraanku di pinggir jalan dimana hanya sawah dan pepohonan rimbun di
sekelilingnya dan tak ada warung seperti tadi malam…..
Benarkah kejadian yang kulihat? Aku dapat menjawab saat aku mendekati
istriku … bau air mani laki-laki begitu menyengat dan tampak satu kancing
blouse ketat istriku tak terkancing dan blouse ketat nya hampir tak dapat
menampung kedua payudara istriku semakin montok itu dan kedua puting susu
hitam sebesar kelingking mencuat dari blouse ketat nya karena istriku tak
mengenakan BH tipisnya….
Dengan hati-hati aku menyingkap rok klok elastis ketat di pinggul istriku
dan kutemui selangkangan istriku yang ku tahu ber bulu kemaluan yang lebat
itu kini telah gundul bersih dan tmapak kelentit dan bibir vagina istriku
terpampang yang membuat batang kemaluan tegang….
Akupun menghidupkan mesin dan meninggalkan tempat itu…..
Aku terus bertanya? Benarkah? Istriku juga tak menceritakan malam itu…..
Hanya istriku menjadi genit dan agak seronok dalam berpakaian dimana dia
membeli lebih banyak blouse ketat yang menonjolkan kedua payudara montok
nya dan rok klok elastis ketat di pinggul atau rok span elastis atau
celana panjang ketat yang membuat pantat bahenol nya tercetak jelas…..
Aku tak mengerti ….. hanya di ranjang istriku semakin ganas …. Dan
terlihat dia mulai tak puas denganku…..yang paling banter hanya 2 – 3 kali
orgasme yang dialaminya saat bersetubuh denganku….
Pertanyaan dan demi pertanyaan selalu menghantuiku…. Benarkah kejadian
malam itu?
Hanya sebuah kabut yang menutupi pemandangan indah…
###########################

Pemuas

Aku bangun membuka mataku melihat disekitarku Ulfsaar sedang mempersiapkan sesuatu, aku bangun dari ranjang sambil mengucek-ngucek mata.
“eh, kamu udah bangun, gimana enak gak tidurnya”.
“enak banget, ngomong-ngomong kamu lagi ngapain sih?”.
“oh, aku lagi buatin makanan buat kamu, kan kasihan kamu belum makan”.
“wah, kebetulan, aku laper banget”. Kemudian Ulfsaar menaruh makanan di depanku, aku langsung mengambil dan menyantapnya karena aku sangat lapar, sementara Ulfsaar membuatkan minuman. Tak kusangka ternyata makanan suku Baro ini sangat enak karena rasanya sangat pas di lidahku, maka dari itu aku lebih lahap memakan makanan itu sambil meminum minuman yang telah disediakan Ulfsaar.
“wah, gak nyangka ya, kamu cantik tapi makannya ganas juga”.
“abisnya, aku laper banget sih”.
“hehe,,yaudah makan yang banyak, biar kamu nanti gak lemes”.“ok, tenang aja”, lalu aku mulai makan lagi sampai benar tidak ada sisa di piring yang terbuat dari tanah liat itu. Aku mengelap mulutku dengan punggung tanganku dan minumannya juga kuhabiskan.
“woah, enak banget”.
“bagus, sekarang kita keluar, kepala suku Utha dan yang lain udah gak sabar pengen nyobain pantat kamu”. Kemudian, aku dan Ulfsaar keluar dari tenda dan semua orang langsung menengok ke arah kami setelah itu mereka semua membungkukkan badan mereka karena aku dianggap dewi oleh mereka. Aku jadi merasa tidak enak disembah seperti ini, tapi aku tidak bisa menyuruh mereka untuk bangun karena aku tidak bisa bahasa mereka. Kami berdua berjalan menuju panggung yang menjadi tempat persetubuhanku sebelumnya, sambil berjalan aku berpikir apa nanti anusku tidak luka karena penis mereka besar-besar, karena memikirkan itu aku jadi agak takut, tapi aku tetap maju karena birahiku sudah memuncak akibat memikirkan bagaimana tubuhku akan dinikmati oleh mereka.

Akhirnya aku sampai di depan Utha, setelah itu Utha dan Ulfsaar berbicara.
“zanunari kokuandekan?”.
“cahiramunto susuna uja daluar”. Lalu, Utha berbicara kepada 2 pengawal yang ada di sampingnya, sementara aku bertanya kepada Ulfsaar.
“tadi kalian ngomong apa sih?”.
“tadi kepala suku Utha nanya, apa kamu udah bisa ngeluarin susu, aku bilang udah”.
“oohh, gitu, terus kapan mulainya?”.
“ya abis kamu tunjukkin pantatmu ke semua orang”.
“ooh gitu”.
“nah sekarang, kamu agak bungkuk”. Lalu, aku membungkukkan badanku dan membelakangi para penonton sehingga pantat dan vaginaku yang menggugah selera terpampang jelas di hadapan para suku Baro yang berkumpul di depan panggung. Kemudian, Utha berdiri di sampingku.
“purahota oranku wukan”. Aku bertanya kepada Ulfsaar yang ada di depanku.
“tadi, kepala suku ngomong apa?”.
“sekarang, dia mau ngorek-ngorek vagina ‘n pantat kamu di depan rakyat”.
“waw, asik”.
“kamu suka kalau ditonton orang banyak ya?”.
“iya, aku suka banget”.

“yaudah, siap-siap ya”. Utha mendekatiku dari samping, dia langsung memainkan jarinya di sekitar bibir vaginaku sedangkan aku berpegangan pada Ulfsaar yang ada di depanku. Utha memasukkan 1 jarinya yang lumayan besar itu ke dalam lubang vaginaku, aku menggelinjang keenakan, lalu Utha mulai menggerakkan jarinya keluar masuk vaginaku, tentu saja aku merasa nikmat. Tapi, belum selesai aku menikmati, Utha memasukkan 2 jarinya lagi ke dalam vaginaku sehingga 3 jarinya yang besar itu berada di dalam vaginaku sehingga vaginaku benar-benar terasa penuh. Rasanya menjadi lebih nikmat daripada sebelumnya, aku hanya bisa mendesah pelan merasakan nikmat yang mendera tubuhku, dia terus mengorek-ngorek vaginaku tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. 5 menit kemudian, aku mengalami orgasme dan cairanku langsung mengalir deras membasahi 3 jari Utha yang ada di dalam vaginaku, setelah jarinya berlumur cairanku, Utha memasukkan 1 jarinya ke dalam anusku, rupanya untuk melumasi anusku agar nanti tidak perih.

Setelah melumasi anusku, Utha mengeluarkan jarinya dari anusku, sementara aku melihat ke atas untuk menatap mata Ulfsaar dan melemparkan senyumku yang indah padanya. Ulfsaar membalas dengan tersenyum juga, lalu aku disuruh berdiri oleh Ulfsaar dan menghadap ke arah penonton, para suku Baro langsung bertepuk tangan. Tubuh putih mulusku terpampang jelas di depan suku Baro yang berkulit hitam itu, Utha tiba-tiba langsung melumat bibir mungilku dan memainkan lidahnya di dalam mulutku yang kubalas dengan memainkan lidahku juga sehingga lidah kami saling membelit satu sama lain. Setelah itu, Utha melepaskan ciumannya sehingga aku bisa mengambil nafas, lalu Utha menurunkan ciumannya ke leher jenjangku dan menciumi setiap senti leherku yang membuatku kegelian. Akhirnya ciuman Ulfsaar sampai ke payudaraku, dia menjilati seluruh bagian payudaraku kecuali putingku, tapi setelah seluruh bagian payudaraku dijilati olehnya, Utha langsung mengulum putingku, ketika dia menyedot puting kananku tiba-tiba terasa ada yang mengalir dari payudaraku.

Aku tidak tau yang apa yang disedot Utha dari payudaraku, tapi akhirnya aku tau setelah Utha berganti menghisap puting kiriku, aku bisa melihat cairan putih keluar dari putingku ternyata itu adalah susuku, aku memoles puting kananku dengan jariku sehingga susuku ada di jariku, aku langsung menjilati dan mengulum jariku sendiri yang berlumur susuku sementara Utha masih sibuk menghisap susu yang keluar dari puting kanan dan kiriku secara bergantian. Tak kusangka, begitu aku mencicipi susu yang keluar dari putingku itu rasanya manis seperti susu yang sudah diberi gula sehingga aku jadi ketagihan dengan rasa susuku sendiri yang sangat manis itu, pantas saja Utha menghisap susuku seperti orang yang kehausan. Setelah puas meminum susuku, Utha melepaskan hisapannya terhadap putingku dan langsung menjilati vaginaku, dia telusuri daerah selangkanganku, bibir vaginaku, dan ketika lidahnya menyentuh klitorisku, tubuhku langsung menggelinjang karena terasa geli sekaligus nikmat, sementara aku meremas-remas payudaraku sehingga susu memancar keluar dari kedua putingku.

Utha tetap menyentil-nyentil klitorisku dengan lidahnya itu yang panjang dan kasar itu, akhirnya 5 menit kemudian tubuhku menggelinjang yang menandakan aku akan orgasme, seperti biasa cairan vaginaku yang manis itu langsung diseruput oleh Utha. Rupanya, Utha ingin segera menanamkan penisnya di dalam anusku karena dia langsung bergerak ke belakangku dan langsung menuntun penisnya sendiri ke lubang anusku, setelah sudah tepat berada di depanku, Utha langsung memasukkan penis besarnya ke dalam lubang anusku.
“aahh,,, aaauuuwwcc!!”, teriakku pelan ketika perlahan demi perlahan penis besarnya menyeruak masuk ke dalam lubang anusku yang sempit, urat-urat yang ada di batang penis Utha bergesekan dengan dinding lubang anusku sehingga yang tadinya sakit menjadi nikmat. Akhirnya, penis besar milik Utha amblas tertelan oleh lubang anusku, Utha tidak bergerak mungkin supaya aku terbiasa dulu.

Setelah aku terbiasa, Utha langsung menggerakkan penisnya keluar masuk pantatku secara perlahan.
“aahhh,,,emmmhhh,,,uuuhhhh!!”, desahku ketika penisnya bergerak keluar masuk lubang anusku yang sangat sempit. Lama-lama Utha menaikkan frekuensi kecepatan genjotannya terhadap lubang anusku sehingga aku jadi tambah merasa nikmat, aku terus dipompa dari belakang sehingga wajahku menghadap para suku Baro yang menonton persetubuhanku dengan kepala suku mereka. Dalam kenikmatan, aku masih bisa melihat para suku Baro dengan raut wajah penuh nafsu apalagi para lelakinya, mereka benar-benar terlihat sudah tidak sabar ingin segera menikmati tubuh putihku. Sambil menggenjotku, Utha meremas-remas kedua buah payudaraku sehingga susuku memancar keluar dari putingku ke arah para penonton membasahi wajah mereka, tapi mereka malah membiarkan wajah mereka penuh dengan susuku. Aku merasakan lubang anusku melebar karena penis Utha yang terus bergerak keluar masuk berukuran besar.

15 menit kemudian, aku mengalami orgasme yang kedua sedangkan Utha sama sekali tidak terlihat akan orgasme. Tiba-tiba sambil terus menggenjotku, Utha berkata sesuatu kepada Ulfsaar yang ada di sampingnya.
“dekvagona u entat”.
“daiz”. Lalu Ulfsaar berjalan ke depanku, sementara Utha menghentikan genjotannya, setelah Ulfsaar berada di depanku.
“tadi, kepala suku Utha bilang apa?”.
“aku disuruh masukkin penisku ke vagina kamu”.
“jadi aku dimasukkin 2 penis gede sekaligus?”.
“iya,”.
“yaudah, masukkin aja”. Entah bagaimana caranya, penis Ulfsaar bisa masuk ke dalam vaginaku dan penis Utha masih tertanam di anusku padahal kami dalam posisi berdiri. Sekarang tubuh putihku dihimpit 2 pria berkulit hitam, tubuhku bagaikan kapas yang berada di tengah-tengah 2 roti gosong, lalu Utha mulai menggerakkan penisnya keluar masuk anusku sementara penis Ulfsaar keluar masuk vaginaku dengan irama yang berbeda jadi ketika Utha sedang menarik penisnya keluar dari anusku, Ulfsaar menggerakkan penisnya masuk ke dalam vaginaku, begitu juga sebaliknya.

Karena itu, sensasi yang timbul menjadi lebih nikmat sehingga dalam waktu 10 menit aku sudah orgasme yang ketiga kalinya. Bunyi kecipak air terdengar setiap kali Ulfsaar memompa penisnya karena cairan vaginaku tertahan oleh penis Ulfsaar yang mengisi vaginaku. Tentu saja sambil menggenjot vaginaku, Ulfsaar melumat bibirku dan memainkan lidahnya di dalam rongga mulutku sementara Utha memelintir kedua putingku, tapi aku hanya bisa terdiam karena bibirku sedang dilumat oleh Ulfsaar sehingga aku tidak bisa mengeluarkan suara. Selama 57 menit, mereka terus menggenjot tubuhku tanpa henti dan tanpa berganti posisi, meskipun aku sudah berkali-kali orgasme tapi tubuhku tidak merasa lemas karena aku sudah minum obat kuat untuk wanita. Tak lama kemudian, akhirnya aku merasakan penis mereka berdenyut-denyut di dalam 2 lubangku, setelah beberapa detik kemudian mereka berdua menyemprotkan benih mereka ke dalam lubang anus dan vaginaku secara bersamaan sehingga 2 lub
angku itu terasa sangat hangat dipenuhi sperma mereka.

Lalu mereka mencabut keluar penis mereka dari lubang anus dan vaginaku, tanpa disuruh lagi aku langsung berjongkok dan menarik kedua penis itu ke samping kanan dan kiri dari wajahku. Aku melakukan ‘cleaning service’ ke 2 penis itu hingga benar-benar bersih, rasa sperma mereka memang benar-benar lebih gurih dari sperma yang pernah aku rasakan selama ini. Setelah bersih, Utha menghadap ke arah penonton.
“zukareng, zewec ina bedas kaliun antot”. Tanpa aku tanya lagi, Ulfsaar langsung menerjemahkan apa yang dikatakan Utha.
“Rasti, kepala suku Utha bilang sekarang tubuh kamu milik suku Baro jadi siapapun rakyat suku Baro boleh nyetubuhin kamu”.
“ooohhh, pantes aja yang laki-laki keliatan seneng”.
“ya iyalah, para pria suku Baro kan jarang bisa nyetubuhin cewek cantik dan seksi kayak kamu”.
“aahh, bisa aja,, aku jadi malu”.
“yuk sini, kamu disetubuhinnya di bawah aja, takut panggungnya nanti rubuh”.
“ok deh”, lalu Ulfsaar menggandeng tanganku dan menuntunku turun panggung sementara Utha kembali masuk ke dalam tendanya.

“nah, sekarang, kamu sendiri ya, soalnya aku mau siapin segala sesuatu buat perang ngelawan suku Kupo besok dengan kepala suku”.
“ok, tapi sebelumnya bilang dulu ke mereka, jangan main kasar”.
“puru rokyut sikeluan, dowi todak mae maun kesur, joda jungan maun kesur yi”.
“daiz”, jawab mereka serentak.
“aku udah bilang ke mereka, jadi kamu tenang aja”.
“makasih ya”, seraya mengecup pipinya.
“aku tinggal ya”. Lalu Ulfsaar pergi meninggalkanku, setelah itu tanpa aba-aba para kaum lelaki langsung mengerumuni tubuh putih mulusku dan berebut untuk meremas-remas semua bagian tubuhku yang bisa diremas. Tubuhku sudah seperti kapas putih yang terombang-ambing di samudra hitam karena jika setelah salah satu dari mereka sudah menyemprotkan sperma mereka baik ke dalam lubang anus, mulut, maupun vaginaku, tubuhku langsung dioper ke temannya yang lain sehingga aku sampai tidak tau lagi siapa yang sedang menggenjot mulut, anus, dan vaginaku karena tubuhku dioper kesana kemari.

Entah sudah berapa penis yang memasuki tubuhku, entah berapa lelaki yang telah berejakulasi dan menyemburkan spermanya ke dalam tubuhku. Tubuhku memang benar-benar menjadi sarana pelampiasan suku Baro, tapi meskipun begitu seluruh tubuhku tidak belepotan sperma karena mereka semua menyemburkan sperma mereka ke dalam tubuhku dan karena mulut, anus, dan vaginaku sudah ‘diperawani’ oleh kepala suku mereka jadi mereka bebas menyemprotkan sperma mereka ke 3 lubangku sesuai keinginan mereka masing-masing. Mungkin sudah 10 jam tubuhku dibuai kenikmatan dan dilanda orgasme yang tidak ada hentinya, akhirnya mereka semua sudah tidak bertenaga lagi, tapi aku masih bertenaga karena obat yang kuminum. Selanjutnya, dengan bahasa isyarat mereka menyuruhku untuk bertumpu dengan kedua lutut dan kedua tanganku, lalu ada 2 orang wanita yang mendekat ke arahku. Satunya memegang 2 buah kursi kecil dan satunya lagi 2 buah ember kecil yang kosong, wanita itu menaruh 2 ember tadi tepat di bawah kedua buah payudaraku yang menggelantung dengan indah. Setelah itu salah satu wanita itu meremas-remas payudara kananku sehingga susu memancar keluar dari puting kananku langsung ke ember yang ada di bawah payudara kananku, dan wanita satunya lagi melakukan hal yang sama terhadap payudara kiriku. Tak lama kemudian, kedua ember itu sudah penuh dengan susu yang keluar dari putingku, aku berpikir kalau ini sudah selesai karena kedua wanita itu bangkit sambil masing-masing membawa satu ember yang penuh dengan susu cap Rasti. Tapi, ternyata ada 2 wanita lagi yang datang dan melakukan hal yang sama, dan seterusnya.
“kenapa susu gue gak abis-abis ya, apa gara-gara ramuan si Ulfsaar?”, pikirku dalam hati. Tapi, aku tidak terlalu memikirkannya karena remasan-remasan itu membuatku mencapai orgasme yang ke sekian kalinya, dalam keadaan masih ‘diperah’, aku melihat seorang wanita yang telah memeras susuku, menuang ember susunya ke dalam sebuah gelas dari tanah liat dan dia memberikannya kepada seorang lelaki dan anak kecil yg mana mereka adalah keluarga

Akhirnya aku mengerti perananku dalam suku Baro, aku tidak hanya dewi kesuburan yang menjadi tempat pelampiasan nafsu mereka, tapi aku juga dijadikan ’sapi perah’ bagi mereka. Rupanya, mereka memerah susuku bukan hanya untuk manusia saja tapi mereka juga memeras susuku untuk hewan peliharaan. Tapi aku tidak peduli karena meskipun tanpa penis laki-laki, aku bisa mencapai orgasme karena para wanita itu selain meremas-remas payudaraku kadang-kadang mereka juga memainkan putingku. Akhirnya dalam waktu 2 jam aku selesai ‘diperah’, dan karena efek obat kuatku sudah habis, aku merasa rasa kantuk yang teramat sangat sehingga aku tidak tahan lagi dan menutup mataku. Aku bangun dan menyadari aku berada di tempat yang sudah tidak asing lagi yaitu rumah Ulfsaar.
“Rasti, kamu udah bangun? Gimana, enak gak tidurnya?”.
“enak banget, badanku jadi seger banget”.

“Ulfsaar, kok badanku gak dibersihin sih?”.
“soalnya…”.
“kenapa, oohh aku tau, kamu belum puas kan nyetubuhin aku?”.
“kok kamu tau?”.
“kan insting sex aku kuat”.
“bisa aja kamu”.
“yaudah, sini, Ulfsaar sayang”, kataku seraya menggerakkan tanganku untuk memanggilnya. Dia mendekati tubuh putihku yang terbaring di sebuah tikar, sebelum dia menyodorkan penisnya.
“Ulfsaar, sekarang udah malem apa udah mau pagi sih?”.
“masih malem kok, emang kenapa?”.
“gak kok, nanya doang”, balasku sambil memasukkan penisnya ke dalam mulutku. Aku permainkan batang kejantanannya di dalam mulutku dengan lidahku, kutelusuri setiap milimeter penisnya dengan lidahku, aku yakin tidak ada bagian penisnya yang lolos dari jilatanku. Setelah 10 menit.
“Rasti, kayaknya aku udah gak tahan pengen nusuk kamu”.
“yaudah tusuk aja”, balasku sambil melebarkan kakiku.
“hmm, masih ada sperma di vagina kamu”.
“kan kalau aku cuci sekarang, vaginaku juga bakal kotor lagi ama sperma kamu”.
“hehe,, lagian kamu punya badan udah kayak bener-bener dewi”.

“udah ah, ayo dong, aku udah gak tahan nih pengen di tusuk”, balasku. Ulfsaar langsung menancapkan penis besarnya ke dalam vaginaku sehingga aku sedikit berteriak karena agak sakit, tapi aku malah suka dan karena mulutku juga belepotan dengan sperma yang sudah mengering maka Ulfsaar tidak melumat bibirku sehingga aku bisa mengeluarkan suara desahan dan erangan sesukaku. Ulfsaar mengangkat kakiku dan mendorongnya hingga kedua kakiku berada di samping kanan dan kiri kepalaku. Dalam posisi seperti ini, aku merasakan penis besar milik Ulfsaar lebih masuk ke dalam vaginaku sehingga rasanya menjadi sangat nikmat, rupanya Ulfsaar sudah sangat gemas terhadapku karena dia menggenjot vaginaku tanpa ampun dan tanpa memperdulikanku. Kemudian, dia mencabut penisnya dari vaginaku dan memasukkannya ke dalam anusku, sepertinya dia ingin mencoba 2 lubangku sekaligus.
2 lubangku digenjot oleh Ulfsaar secara bergantian dengan posisi ini selama kurang lebih 15 menit.
“Ulfsaaarr,,,ganti posisi dong,,,pegel nih”.
“ok,,ok,, maaf”. Kemudian, dia melepaskan kakiku dan kini dia yang berbaring di bawah sedangkan aku diatas sehingga sekarang aku yang memegang kendali, aku bisa mengatur iramanya sesuai keinginanku. Kadang-kadang aku bungkukkan tubuhku ke depan agar Ulfsaar bisa menyedot susu dari putingku, dan kadang-kadang aku memutar badanku 360 derajat agar penis Ulfsaar terasa terpelintir di dalam vaginaku yang tentu saja membuat sang pemilik penis jadi mengerang keenakan dan juga Ulfsaar mencabut penisnya lalu menancapkannya ke dalam anusku, begitu juga sebaliknya, dia melakukan itu setiap 3 menit sekali. Tubuhku terus digarap oleh Ulfsaar, sampai akhirnya 30 menit kemudian, Ulfsaar menyemprotkan spermanya di dalam vaginaku. Setelah selesai, Ulfsaar menarik tubuhku ke arahnya agar dia bisa melumat putingku dan menghisap susuku.

“Rasti, kamu mau mandi gak?”.
“mau dong, badanku udah gatel-gatel nih”.
“yaudah, ke sungai sana”.
“aahh,, takut,, temenin aku dong”, balasku dengan nada manja.
“dasar,,, manja,,,”, balasnya sambil mencubit puting kiriku. Kemudian, kami berdua pergi keluar rumah Ulfsaar dan aku melihat suku Baro ada yang sedang makan dan juga ada yang sedang minum susu, tentu saja susu yang mereka minum adalah susuku. Aku berjalan diantara mereka, ada yang menepuk pantatku, ada juga yang mencubit pahaku. Tak lama kemudian, kami sudah sampai di sungai.
“yaudah, mandi sana”.
“aahh,,,mandiin dong”.
“iya, iya, aku mandiin”.
“nah, itu baru Ulfsaar sayangku”. Kemudian, dia memandikanku sambil meraba-rabai tubuh putihku, dia membersihkan noda-noda sperma kering yang ada di mulut, anus, dan vaginaku dengan cara menggosok-gosokkan tangannya.
“Ulfsaar sayang, sekalian dong dalemnya dibersihin”.
“ok, putri cantik”. Kemudian dia memasukkan 2 jari tangan kanannya ke dalam anusku dan 2 jari tangan kirinya ke dalam vaginaku yang membawaku mencapai orgasme dalam waktu 12 menit.

“ayo, Ulfsaar sayang, sekarang sabunin dadaku ya”.
“ok”. Ketika aku sedang asik dimandiin oleh Ulfsaar, tiba-tiba punggung Ulfsaar tertusuk sesuatu dan itu adalah tombak, aku melihat kalau yang melempar tombak adalah orang yang memakai topeng atau suku Kupo.
“Ulfsaar, lari,,, cepat”.
“taapii,,,,”.
“cepaaatttt !!!”. Tanpa berpikir panjang lagi aku mengambil langkah seribu, meski sebenarnya berat meninggalkan Ulfsaar tapi daripada aku terbunuh. Rupanya, suku Kupo sudah menyerang desa Baro karena aku melihat asap dari kejauhan, jadi aku langsung merubah lariku ke arah yang aku sendiri tidak tau. Dengan nafas yang tersengal-sengal dan kaki yang lecet karena aku tidak memakai alas kaki, aku berlari dengan kencang sekaligus ketakutan, entah berapa meter yang sudah kutempuh. Karena aku kecape’an, aku berhenti dan menengok ke belakang.
“untung gue gak dikejar,,,hhhh”, kataku sambil tersengal-sengal. Setelah aku sudah bisa mengatur nafasku, aku baru sadar kalau keadaan masih gelap.

Dalam kesunyian, aku berjalan ke arah sumber bunyi yang membuatku penasaran. Ternyata suara yang kudengar berasal dari pantai, aku senang sekali karena berada di tempat yang terbuka tidak seperti hutan, dan aku bertambah senang ketika aku menemukan koperku terbawa arus di pinggir pantai. Karena koperku bisa kutemukan, aku bisa berpakaian lagi, tapi setelah itu aku bingung harus kemana setelah ini karena aku tidak punya tempat tujuan. Aku memutuskan untuk istirahat dengan selimut yang ada di koperku.
“lumayan, supaya gak lemes”, pikirku. Ketika sedang asik-asiknya tidur, aku mendengar suara berisik sehingga aku membuka mataku untuk mencari tau bunyi apa itu. Rupanya malam sudah berganti menjadi pagi sehingga mataku agak silau, tapi aku belum menemukan bunyi itu, aku jadi penasaran dan menengok ke kanan dan ke kiri. Rupanya, bunyi itu adalah helikopter yang menuju ke arahku, aku melambai-lambaikan tangan agar terlihat oleh pilot helikopter, dan tidak hanya helikoptertapi juga banyak kapal yang datang seperti mencari sesuatu.

Rupanya, mereka adalah tim SAR untuk mencari korban kecelakaan pesawat yang aku tumpangi, lalu aku ditolong dan di naikkan ke helikopter, ternyata yang selamat tidak hanya aku seorang tapi lumayan banyak yang selamat.
“aaahhh,,,,akhirnya bisa pulang,,,”. Setelah aku menaiki helikopter, pilot helikopter langsung menerbangkan helikopter dan menjauhi pulau yang menjadi tempatku menyaksikan pembunuhan secara langsung. Aku lega akhirnya bisa pulang, dan aku berharap agar aku tidak mengalami kejadian seperti ini lagi.

amy

"Ohh ...teruuss ..sodok yg kecang ..ahh .. ahh "

  Suara desahan seorang wanita yg terdengar nyaring mengisi seluruh ruangan kamar yg ada dipinggiran kota metropolitan, dan ternyata bukan hanya 1 kamar saja, melainkan kamar" yg lain juga bersahutan layaknya sedang berlomba .

Rany perempuan berusia 24 tahun yg berprofesi sebagai wanita malam yg pada saat itu sedang melayani tamunya, bukan tanpa alasan rany menjalankan pekerjaan prostitusi yg dilakukanya, tuntutan hidup sejak ia kehilangan kedua org tuanya. Ditunjang wajah cantik dgn tinggi 156cm dan buah dada yg besar 38c. tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi rany.
 dalam keseharianya rany melakukan perawatan diri semaksimal mungkin. Rutin olahraga, pergi kesalon, bahkan Pola makan pun dijaga. Alhasil, bentuk tubuh, dan kulitnya terlihat padat dan kencang. khususnya payudara dan pantat semoknya.

Tapi, entah kenapa, dia merasa kurang menarik, khususnya saat bercermin. Kurang bersinar, kurang menarik, menurutnya.
Yaa, didalam pekrjaanya sbg wanita malam tentu pada bersaing untuk memikat para pria hidung belang.


Sampai ada yang mengatakan rany untuk memasang susuk. Namun dia takut,Rany ingin yang alami atau medis saja. Ada salah satu teman yang menyuruh Rany pergi ke seorang dukun di suatu desa yang sangat jauh dari kota. Awalnya, rany tampak ragu. Namun, lama-lama Amy penasaran juga. Apalagi melihat temannya yang berprofesi sama dengannya, kelihatan lebih menarik, dan menggoda dibandingkan dirinya.
Ahirnya rany pun memutuskan untuk pergi ke desa tersebut. ia sendirian pergi ke sana.

Setelah beberapa jam perjalanan, sampailah ke sebuah desa yang terbilang pelosok atau jauh dari katA ramai.  Bingung juga dia, karna tk ada alamat yg tepat kerumah dukun tersebut. Ahirnya ia memberanikan diri tuk bertanya pada sesesorang yg berlalu lalang.
“permisi, Pak ?”.
an bertanya pada seorang bapak yang sedang memikul sesuatu.
“…iya, neng ?”. Bapak itu sempat bengong sebentar sebelum menjawab.
“saya mau nanya, Pak. Bapak tau rumah Mbah Wasiran ?”.
“rumah Mbah Wasiran ?”.
“iya, Pak…bapak tau ?”.
“di sana, neng. di dalam hutan sana”.
“kira-kira masih jauh, Pak ?”.
“lumayan jauh, neng. emang neng ada perlu apa yaa ?”.
“ah nggak, Pak. makasih ya, Pak..”. an melaju ke arah hutan. Sementara si pria yang tadi ditanya Amy masih bengong. Dia masih tak habis pikir. Baru kali ini, ia melihat wanita cantik luar biasa seperti tadi. Tapi, ngapain cewek bening & kaya nyari Mbah Wasiran, pikir pria itu. Amy bingung, dia sudah sampai di depan hutan, di depan barisan pepohonan besar.  Antara masuk, atau tidak. Mau masuk ke dalam hutan, tapi Amy takut nyasar dan tak bisa keluar dari hutan. Tidak masuk & pulang, berarti percuma dia jauh-jauh ke desa itu. Saat sedang pusing, ada seseorang yang keluar dari hutan. Ternyata seorang pria, kira-kira umurnya lebih muda darinya
“Mas..maaf, permisi..”.
“i..iya, Mbak ?”, jawab pemuda itu agak grogi.
“Mas orang sini ?”.
“iya, Mbak”. Pemuda culun itu grogi berhadap-hadapan dan bahkan sampai mengobrol dengan perempuan cantik & mulus seperti rani
“Mas tau rumahnya Mbah Wasiran nggak ?”.
“tau, Mbak…”.
“bisa anterin saya ke sana mas ?”.
“bisa, Mbak. ayo mari, Mbak..”.
“iya, Mas…”.
Amy mengikuti pemuda itu dari belakang.
“hati-hati, Mbak..”. Pemuda itu dengan sigap menangkap tubuh Amy saat ibu cantik itu terpeleset dan akan jatuh.
“terima kasih, Mas..”, ujar Amy tersenyum.
“iya, Mbak..”. Pemuda itu menikmati harumnya tubuh Amy. Dengan wajahnya yang jelek, baru kali ini, pemuda itu bisa memeluk wanita cantik & harum seperti Amy, meskipun sebenarnya itu tidak di sengaja.
“oh iya, Mas..nama saya rani, Mas namanya siapa ?”, tanya Amy berusaha memecah kekakuan dengan pemuda tersebut.
“sa..saya, Katro, Mbak…”.
 Akhirnya terlihat lah, rumah yang kelihatan kecil seperti gubuk berpitipikal rumah paranormal.
“ini, Mbak Amy, rumahnya Mbah Wasiran…”
“bisa temenin saya masuk ke dalam. saya takut mas ..”.
“iya, Mbak. "
tok ! tok ! tok !
“mari, Mbak..”.
“Masuuuk…”, suara menggema berasal dari dalam. Amy langsung mengumpet ketakutan di balik Katro.
“Mbak Amy, jadi mau masuk ?”.
“enng…i..iya..”. Sambil tetap berada di belakang Katro, Amy berjalan masuk ke dalam rumah itu. Ruangan yang gelap & sangat tertutup.
“silahkan duduk, nak Amy..”. Katro langsung menjauh dari Amy & duduk di samping kakek tua yang cukup kelihatan seram itu.
“…”.
“nak Amy datang ke sini mau memperbesar payudara benar ?”.
“ke..kenapa, Mbah tau ?”.
“tidak usah dipikirkan, ini, bawa botol ini”.
“i..ini a..pa, Mbah ?”.
“itu ramuan untuk awet muda.
“ramuan ini harus di..apakan, Mbah ?”.
“harus nak Amy minum setiap hari. nanti nak Amy akan merasakan manfaatnya"
“te..terima kasih, Mbah..”.
“tapi, INGAT !
“i, iya, Mbah”.
“Katro, antar nak Amy ke kamar sebelah untuk ritual ”.
“iya, Mbah. mari, Mbak..”.
“Ma..Mas Katro, i..tu tadi Mbah Wasiran ?”.
“iya, Mbak”.
“saya bingung..saya baru dateng, tapi udah dikasih ramuan n’ di suruh pulang ?”.
“Mbah Wasiran memang begitu, Mbak”.
“mm..kok Mas Katro tau ? sebenarnya Mas Katro ini siapanya Mbah Wasiran ?”. Amy & Katro menjadi lebih akrab setelah dari rumah Mbah Wasiran.
“saya, cucunya, Mbak..”.
“oh, jadi Mas Katro ini cucunya Mbah Wasiran ?”.
“iya, Mbak..”. Pantes, tadi keliatan tenang-tenang aja, pikir Amy.
“oh iya, Mas. ini buat Mbah Wasiran, saya lupa ngasih..”, kata Amy yang sudah sampai di tempat mobilnya tadi.
“nggak usah, Mbak. Mbah nggak mau nerima uang, apalagi dari orang yang belum percaya sama Mbah..”.
“engg..”.
“mari, Mbak…”. Katro pun menghilang ke dalam hutan lagi.
Amy benar-benar bingung. Kalau dukun itu tak memungut biaya, artinya dukun itu memang benar-benar asli, bukan sekedar dukun palsu. Amy menyimpan botol itu di dalam tasnya. Dia takut tergoda dengan rasa ingin tahunya untuk mengetahui isi botol hitam itu. Sesuai dengtMalam hari, suaminya sudah tidur lebih dulu. Dia yang begitu penasaran dengan botol dari Mbah Wasiran langsung mengambilnya & membuka tutup botolnya setelah melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 11 malam. Amy membaui, mengendus-endus, botol itu. Bau yang begitu familiar, tak asing, rasanya dia pernah mencium bau itu. Ternyata benar, bau dari botol itu memang benar bau sperma. Amis. Amy jadi ragu, tak mungkin ia meneguk sperma yang ada di dalam botol itu. Cukup lama Amy berpikir.
Mbah Wasiran
Mbah Wasiran
Akhirnya, pelan-pelan dia mencelupkan jari telunjuknya, dan agak sedikit jijik dia mengecap jarinya itu. Asin, kental, gurih, dan terasa sangat ‘jantan’.
“cpphh..”. Beberapa kali Amy mencicip cairan yang ada di botol itu. Harus diakui, Amy menyukai rasa sperma itu. Rasa sperma suaminya pun tak seenak ini. Amy pun mengambil gelas. Dia memutuskan untuk menuang ramuan itu sampai 1/4 gelas saja karena dia memang tak diberi tahu takarannya. Seperti orang minum jamu, Amy memencet hidungnya sebelum menenggak habis ramuan itu. Hanya sperma suaminya saja yang pernah ditelan oleh Amy selama ini, tapi sekarang ada sperma orang lain yang sedang menuruni kerongkongan ‘hot mama’ itu. Dan anehnya, Amy lebih suka rasa sperma di botol itu di bandingkan rasa sperma suaminya sendiri. Amy tak merasakan ada perubahan di tubuhnya, yang ada hanyalah sisa rasa sperma di kerongkongannya. Tapi, selang beberapa detik saja, Amy merasa ngantuk sekali. Matanya terasa berat, tubuhnya terasa pegal-pegal, seperti habis melakukan perjalanan jauh. Amy langsung tertidur. Keesokan harinya, Amy terbangun karena jam wekernya. Saat bangun, Amy merasa tubuhnya segar sekali. Dia langsung mengaca. Wajahnya terlihat segar, kantung matanya hilang. Padahal, dia baru saja bangun tidur, tapi wajahnya terlihat seperti orang habis mandi, sangat fresh. Ramuan dari Mbah Wasiran sepertinya memang benar-benar bekerja. Amy merasa senang sekali. Suaminya pun memujinya. Dia kelihatan lebih cantik & fresh dari biasanya sampai-sampai Amy harus memaksa suaminya berangkat kerja karena suaminya ingin ‘meranjang’ dengannya. Anaknya pun bilang kalau dia terlihat cantik, beda dari kemarin-kemarin. Amy tak percaya, cuma gara-gara minum ramuan dari Mbah Wasiran yang sepertinya sperma dukun itu, dia jadi terlihat cantik & segar. Memang tak masuk akal. Setiap hari, Amy jadi rutin minum ramuan dari Mbah Wasiran. Semakin diminum, rasanya semakin lezat, tubuh Amy pun serasa lebih kencang & segar. Ibu muda itu pun jadi tak gampang lelah. Tapi karena sering diminum, tentu ramuan itu habis juga, Amy pun kembali ke desa Mbah Wasiran. Ingatannya memang kuat, waktu pertama kali, dia menggunakan map untuk sampai ke desa tersebut, tapi sekarang dia sampai di depan hutan tanpa menggunakan map dan bertanya pada orang.
“aduh, gue lupa jalan masuk ke hutannya…”, ucap Amy berbicara sendiri. Waktu itu, dia memang tak menghafalkan jalan ke rumah Mbah Wasiran.
“aduh, gimana nih ??”. Saat Amy kebingungan, tiba-tiba seseorang datang.
“Mas Katro”.
“Mbak Amy..mari, Mbak. Mbah sudah nunggu”. Seperti sebelumnya, Amy mengikuti Katro sampai di depan rumah Mbah Wasiran dan masuk ke dalam. Dia duduk di depan meja Mbah Wasiran.
“be..begini, Mbah..”.
“tenang, nak Amy, Mbah sudah tahu..ramuan dari Mbah sudah habis toh ?”.
“i..iya, Mbah”.
“bagaimana ? efeknya terasa ke nak Amy ?”.
“iya, Mbah..habis minum ramuan dari Mbah, saya jadi seger n’ gak gampang capek”.
“pendapat suami nak Amy ?”.
“dia bilang saya kelihatan lebih cantik dan jadi betah di rumah..”, jawab Amy tersipu malu.
“oh, ya ya. Mbah mengerti”, jawab si dukun tua sambil tersenyum.
“lalu nak Amy datang ke sini, mau minta ramuan Mbah lagi ?”.
“iya, Mbah..saya mau minta ramuan Mbah lagi..”, jawab Amy tersenyum.
“sebenarnya nak Amy nggak perlu datang ke sini untuk meminta ramuan dari Mbah..”.
“maksud Mbah ?”.
“jarak rumah nak Amy sampai ke rumah Mbah, pasti jauh ?”.
“iya, Mbah. saya agak repot juga harus bolak-balik ke sini”.
“nah, Mbah punya satu cara lagi..”. Ternyata meskipun penampilannya seram, Mbah Wasiran enak juga diajak ngobrol, pikir Amy.
“apa itu, Mbah ?”.
“tapi mungkin nak Amy bakal keberatan sama cara Mbah yang satu lagi..”.
“memangnya gimana, Mbah ?”, Amy semakin penasaran.
“cara satu lagi, bersetubuh dengan Mbah..”.
“HA ?!”, Amy langsung kaget mendengar itu. Dia memang sering mendengar kasus dukun palsu yang menipu korban-korban perempuan agar bisa meniduri mereka, tapi dia sama sekali tak menyangka akan berada dalam kondisi tersebut saat ini.
“itu hanya sebuah pilihan, nak Amy. nak Amy nggak harus melakukannya”.
“..mm..tapi..”.
“tapi apa nak Amy ?”.
“tapi apa nanti saya bisa bener-bener kelihatan cantik dan awet muda terus, Mbah ?”, tanya Amy yang sepertinya sedang bimbang. Satu sisi, dia tentu tidak mau disetubuhi oleh Mbah Wasiran, tubuhnya hanya untuk suaminya, tapi di sisi lain, dia ingin awet muda tanpa harus capek-capek datang ke rumah Mbah Wasiran setiap ramuannya habis.
“tentu nak Amy, Mbah jamin nak Amy akan awet muda sampai umur berapapun dan nak Amy nggak perlu datang ke sini lagi, nak Amy hanya perlu ritual 1 tahun sekali”.
“ritual ? ritual apa, Mbah ?”.
“ritual suwo nungun”.
“…ritual seperti apa, Mbah ?”.
“nak Amy harus memanggil Mbah tiap 1 tahun sekali…”.
“bagaimana caranya, Mbah ?”. Setelah dijelaskan, Amy pun akhirnya mengambil keputusan.
“..mm..iya, Mbah..saya..mau”. Mbah Sumiran tersenyum.
“tapi apa nak Amy yakin ? ini bukan kewajiban nak Amy untuk awet muda ?”.
“iya, Mbah. saya yakin..”, kali ini jawaban Amy lebih mantap.
“baiklah, kalau begitu, Katro, antar nak Amy ke kamar Mbah..”.
“iya, Mbah. mari, Mbak Amy, ikut saya”.
“iya. Mbah, saya ke kamar dulu…”. Mbah Wasiran hanya mengangguk. Meski jawabannya terdengar mantap, namun Amy masih berpikir.
Benarkah dia mau menyerahkan tubuhnya ke Mbah Wasiran. Tubuhnya yang selama ini hanya disentuh suaminya dan menjadi kuil sumber kenikmatan bagi suaminya. Akankah dia melanggar janjinya sendiri untuk tidak memperbolehkan siapapun menyentuh tubuhnya kecuali suaminya ?.
“ini kamarnya, Mbak…kembennya ada di atas tempat tidur..”.
“iya, Mas Katro, terima kasih..”.
“sama-sama, Mbak…”. Katro keluar dari kamar meninggalkan Amy.
Tak beberapa lama kemudian, Mbah Wasiran masuk ke dalam kamar. Dia tersenyum melihat Amy yang sudah menanggalkan pakaian dan hanya mengenakan kemben. Mbah Wasiran duduk di samping Amy dan merangkul Amy.
“nak Amy, apa nak Amy sudah benar-benar yakin ?”.
“mm..”, Amy mengangguk perlahan.
Mbah Wasiran tersenyum lalu dengan perlahan dia merebahkan tubuh Amy ke tempat tidur. Dukun tua itu memandangi Amy yang sudah terlentang pasrah. Sungguh wanita yang begitu cantik, kulitnya kuning langsat. dan payudara yg yg besar pun ikut memantul mantul seiring dgn deru nafasnys Mbah Wasiran memang tak bermaksud untuk mengambil keuntungan dari Amy. Tapi, ajian awet muda yang didapat Mbah Wasiran dari gurunya memang harus seperti ini.
“cuph…”. Mbah Wasiran mengecup bibir Amy pelan, Sekali, dua kali, tiga kali, sambil membelai rambut Amy. Belaian-belaian Mbah Wasiran membuat Amy merasa nyaman dan mulai tidak merasa canggung lagi. Amy mulai membalas kecupan-kecupan Mbah Wasiran, tapi matanya masih tertutup.
“ccppphhh mmmhhh ccpppp eeemmmhhh”. Mbah Wasiran mulai memagut bibir cantik itu pun membalas pagutan Mbah Wasiran. Dukun tua itu melumat bibir Amy dengan lembut. Sesekali, Mbah Wasiran mengemuti bibir atas & bibir bawah Amy. Terlihat jelas, Amy mulai larut dalam cumbuan-cumbuan mesra Mbah Wasiran.
Tangan Mbah Wasiran mulai melakukan grilya ke gunung kembar Amy yang sangat menonjol di kemben rani yang cantik itu kenakan. Remasan-remasan lembut penuh perasaan dirasakan Amy pada payudaranya. Perlakuan yang berbeda 180 derajat dari para hidung belang yg sering menikmatinya. meremas kedua susunya tidak selembut ini, malah cenderung kasar, mungkin karena  gemas dengan payudara Amy yang memang besar& kenyal. Tapi, Mbah Wasiran seperti ingin menikmati betapa kenyalnya payudara pasiennya dengan perlahan. Sesekali, Amy menggeliat manja saat kedua putingnya dicubit-cubit oleh Mbah Wasiran.
“mmmhhhh”, gairah Amy semakin bangkit mendapat ciuman-ciuman di lehernya. Ciuman, jilatan, dan cupangan Mbah Wasiran sangat membangkitkan ‘suhu’ tubuh Amy. Ibu cantik itu bahkan memberikan keleluasaan ke Mbah Wasiran untuk mencumbui lehernya karena selain memang membuatnya ‘turn on’, Amy memang sangat suka diciumi terus menerus pada lehernya, membuat dia merasa begitu seksi & liar.
Mbah Wasiran mulai membuka lipatan kemben Amy. Setelah lipatan kemben sudah terbuka, Mbah Wasiran ‘menyisihkan’ kain ke kanan & kiri untuk melihat apa yang ada di dalamnya. Mbah Wasiran langsung terpana saat membuka kemben Amy. Sungguh tubuh yang indah untuk wanita malam seperti dia. lekuk tubuhnya begitu sempurna. Belum lagi, payudaranya yg besar ditambah wajahnya yang cantik & kulitnya yang kuning langsat. Mbah Wasiran pun sampai berpikir betapa beruntungnya mendapatkan pasien wanita yang sempurna.
Rani Merasa canggung & malu karena tubuhnya yang tak tertutup apa-apa kini sedang dipandangi sedemikian rupa oleh Mbah Wasiran, Amy pun refleks menutupi kedua buah payudaranya dengan tangan kirinya dan vaginanya dengan tangan kanannya. Mbah Wasiran hanya tersenyum dan menyingkirkan tangan Amy dengan perlahan. Mata Mbah Wasiran benar-benar terfokus pada payudara besar dan alat kelamin Amy. Sangat sempurna. Belahan bibir vagina Amy seakan tak memperlihatkan kalau dia seorang wanita malam, rambut kemaluannya pun dicukur habis. ‘cantik’ sekali tampilan kemaluan Amy. Mbah Wasiran pun berdecak kagum, ‘aset’ yang sangat sempurna. Sebagai lelaki normal, tentu Mbah Wasiran ingin segera ‘menubrukkan’ batang kebanggaannya ke lembah kenikmatan Amy, namun karena dia dukun, dia harus terlihat bijaksana, tak buru-buru nafsu ingin menyenggamai pasiennya yang sangat menawan itu. Mbah Wasiran dengan gerakan santai, mendekatkan mulutnya ke tutup kemasan susu kiri Amy.
“aahhhmmmhh..”, gumam Amy manja saat puting kirinya terasa diemut-emut.
Mbah Wasiran pun melebarkan tangan kirinya untuk menggenggam payudara kanan Amy. Diremas lembut susu kanan Amy itu sambil terus menyedot puting kirinya. dan
'sseeerr ..serrr .' Ya air susu rani keluar dgn deras.
"Aahh ..mm ..ahh ..kok jdi gini mbah , air susuku ..ahh .."
Lidah & bibir Mbah Wasiran asik memainkan kedua puting susu Amy. Tak hentinya lidah Mbah Wasiran bermain di sekitar puting kanan & puting kiri Amy. tuk menghisap susu yg keluar dari buah dada rani, Dan juga Mbah Wasiran sampai menjilati seluruh permukaan payudara kenyal Amy termasuk belahannya yg terkena ASI rani.
Benar-benar foreplay yang sangat menaikkan gairah, rasa yang dirasakan Amy. Mbah Wasiran terus menurunkan lidahnya dan mengunyel-unyel pusar Amy sebentar. Mbah Wasiran melewati ‘gundukan’ indah Amy. Dukun tua itu malah menciumi & menjilati betis lalu naik sampai ke pangkal paha kiri Amy, dan berpindah ke paha kanan Amy.
“emmmm…”, rasanya sungguh nikmat, seluruh tubuhnya dijilati.

Mbah Wasiran juga menikmati ‘rasa’ tubuh Amy, mencicipinya dengan menjilati tubuh ibu cantik itu. Tubuh Amy memang sangat harum, terbukti, meski sudah terbaluri dengan air liur Mbah Wasiran, aroma harum masih bisa tercium dari tubuh Amy. Celah sempit di tengah selangkangan Amy seakan mengundang Mbah Wasiran untuk mendekat. Tanpa permisi, dukun tua itu langsung menabrakkan wajahnya ke selangkangan Amy.
“aaahhh..”, desah Amy agak kaget merasakan tubrukan tepat di daerah intimnya. Mbah Wasiran mengambil nafas dalam-dalam, aroma harum yang khas & segar masuk ke dalam hidung dukun tua sakti itu.
Sekali lagi, Mbah Wasiran tak percaya kalau organ yang sedang dibauinya ini adalah milik seorang ibu beranak satu, padahal menurutnya, ini lebih tepat kalau dibilang milik ABG berumur 17an.
“aammhhh hhemmm aaaahhhh”, Amy mulai mengeluarkan suara saat rasa merinding karena geli bercampur enak yang dirasakannya datang bersamaan dengan rasa basah & hangat di selangkangannya. Tentu itu karena lidah Mbah Wasiran yang mulai nakal melata di daerah pribadi Amy.
“eeemmmm aaaahhhh Mbaaahhh teeruuusss oooohhh !!!”, lenguh Amy. Amy merasakan sensasi nikmat yang luar biasa dari sapuan lidah Mbah Wasiran. Jilatan & sapuan lidah Mbah Wasiran begitu terasa, intens sekali. Semakin lama, nafsu Mbah Wasiran semakin terpancing. Dia semakin buas menyerbu selangkangan Amy.
“aaahhh aahhhh mmmhhh ooohhh uuuhhh hnnnhhhh”, Amy belingsatan, kepalanya ke kanan & kiri, dia sedang merasakan nikmat yang luar biasa pada bagian bawah tubuhnya.
Ibu cantik itu terus menggeliat-geliat dan menggelepar-gelepar mendapatkan kenikmatan dari lidah Mbah Wasiran yang sedang mengubek-ubek vaginanya. Tak heran kalau dukun tua itu begitu betah berlama-lama di daerah pribadi milik Amy, aromanya memang harum & khas. Kedua kaki Amy merapat sehingga kedua pahanya menjepit kepala Mbah Wasiran di tengah-tengah. Amy juga memegangi dan menekan kepala Mbah Wasiran ke selangkangannya, refleks dari keinginan Amy yang ingin kenikmatan yang tengah ia rasakan tak berhenti, walau sedetikpun. Tentu saja, wajah si dukun tua semakin menempel dengan lembah kenikmatan Amy. Mbah Wasiran bisa merasakan si empunya vagina yang sedang ia jilati itu, sebentar lagi akan melepaskan deraan kenikmatan. Mbah Wasiran pun memperhebat ‘serangan’ lidahnya ke alat kelamin Amy.
“oohhh oohhhh ooohh aaahhh EEMMHHH HHMMHH MMMNNHHHH ! OOOHHHH !!!”, kepala Amy mendongak ke atas, tubuhnya menegang, kakinya semakin kencang menjepit kepala Mbah Wasiran. Amy merasa ringan & lega sekali melepaskan puncak dari kenikmatan yang sedari tadi ia rasakan.
Ibu muda yang cantik jelita itu bisa merasakan cairan hangat dari tubuhnya mengalir di liang kewanitaannya.
“sruuppp ssrrrppp”, bunyi seruput terdengar jelas. Tentu itu suara dari mulut Mbah Wasiran. Dukun tua itu sedang menyeruput ‘kuah’ vagina Amy. Tanpa harus mengambil nafas, Mbah Wasiran telah mengkokop habis cairan vagina Amy dalam waktu singkat. Sungguh lezat. Sisa-sisa cairan yang tertinggal di liang vagina Amy pun telah dikorek habis oleh Mbah Wasiran menggunakan lidahnya.
“hhh hhh…hhh”, sementara Amy mengatur nafasnya, Mbah Wasiran mulai membuka pakaiannya sendiri. Tatapan mata Amy yang sayu, ditambah dia sudah terlentang pasrah dengan kedua paha yang terbuka, benar-benar sangat ‘mengundang’ hawa nafsu. Amy terlihat begitu ‘terbuka’ dan seperti sudah sangat siap untuk digagahi.
Ketika Mbah Wasiran sudah sepenuhnya tak berpakaian, Amy langsung kaget, tecengang, dan matanya terbelalak. Benda yang ada di tengah-tengah selangkangan dukun tua itu lah yang membuat Amy terkejut. Amy kira batang kejantanan suaminya sudah paling besar, ternyata tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan benda tumpul milik Mbah Wasiran yang kelihatan sangat kokoh itu.
“ayo bangun, nak Amy..”. Mbah Wasiran menarik kedua tangan Amy sehingga tubuhnya terangkat.
Jantung Amy terasa berdegup cepat, dia merasa khawatir & takut jika penis Mbah Wasiran yang besar itu nantinya akan masuk ke dalam rahimnya. Tentu liang vaginanya tak akan cukup menerima batang sebesar itu, malah mungkin akan lecet & luka.
“mm..Mbah…”.
“jangan takut, nak Amy. kejantanan Mbah tak akan sampai melukaimu”. Mbah Wasiran tahu apa yang ada di pikiran Amy saat ini.
“ayo sekarang nak Amy kulum kejantanan Mbah..”. Amy mengenggam kejantanan Mbah Wasiran.
Satu tangan tak cukup untuk memegang ‘perkakas’ dukun tua itu. Amy sudah tahu apa yang harus dilakukan jika berhadapan dengan penis seorang pria. Meski masih ragu-ragu, dia mendekatkan mulutnya ke batang penis Mbah Wasiran. Begitu bibirnya menempel, rasanya seperti ada yang menyuruh Amy untuk mengecupi penis Mbah Wasiran.
“cuph cph cuph”. Amy menciumi sekujur batang keperkasaan Mbah Wasiran. Mbah Wasiran membelai kepala Amy yang kelihatan begitu asik mengecupi penisnya bertubi-tubi. Bahkan tanpa disuruh, Amy juga memberi kecupan-kecupan mesra pada kantung buah zakar dukun tua itu seakan dia sudah sangat terbiasa berhadapan dengan ‘senjata’ Mbah Wasiran. Amy sendiri tak tahu kenapa dia seperti itu, dirinya seakan terhipnotis untuk mengulum benda tumpul itu. Ibu cantik itu memang masih sadar, namun dia tak bisa menghentikan aktivitasnya, rasanya semakin asik mengoral kemaluan si dukun, bahkan sekarang dia kelihatan begitu asik mengemut-emut kedua buah zakar Mbah Wasiran. Terlihat dari ekspresi wajahnya & muka yang memerah, menandakan kalau Amy merasa murahan & malu karena dia semakin agresif mengulum kemaluan pria yang bukan suaminya. Lidah Amy menjulur keluar, dia mulai menggunakan lidahnya untuk membelai onderdil Mbah Wasiran.
Lidah Amy menjalari sekujur batang kejantanan Mbah Wasiran, mengelilingi diameternya dan menyusuri panjang penis Mbah Wasiran sejengkal demi sejengkal. Kenapa gue nggak bisa berhenti, pikir Amy kebingungan. Bodo ah, tambah Amy dalam hati, dia sekarang tak memikirkan hal lain kecuali melahap ‘sosis’ jumbo yang ada di hadapannya karena rasanya semakin enak.
“iya nak Amy, terus begitu…”, hatur Mbah Wasiran dengan tenang dan membelai kepala Amy.
Padahal serangan lidah Amy sudah sangat maksimal, tapi Mbah Wasiran kelihatan tenang-tenang saja. Amy menggenggam penis Mbah Wasiran dan mengulik lubang kencing Mbah Wasiran dengan lidahnya. Amy penasaran kenapa Mbah Wasiran seperti tak terjadi apa-apa, padahal suaminya selalu bergetar kegelian kalau lubang kencingnya dijilati. Amy semakin penasaran, dia membuka mulutnya dan menelan pentungan berkepala jamur itu sampai mentok di kerongkongannya. Hanya 3/4 dari penis Mbah Wasiran yang bisa ‘disembunyikan’ Amy di dalam rongga mulutnya. Bibir atas & bawah Amy menjepit erat batang keperkasaan Mbah Wasiran di tengah-tengahnya. Dengan nakalnya, lidah Amy mulai bergerak. Memutuskan untuk semakin ‘menggoda’ Mbah Wasiran, Amy mulai memaju-mundurkan kepalanya dan menggunakan kedua belah bibirnya sebagai pengganti tangan untuk mengocok ‘senjata’ besar Mbah Wasiran. Air liur Amy semakin melumuri penis dukun itu.
“ck ckk clkk”, bunyi decak air seiring kepala Amy yang bergerak maju-mundur. Kedua pipi Amy terlihat kempot saat dia menyedot-nyedot penis Mbah Wasiran. Amy mempercepat gerakan maju-mundur kepalanya, dia ingin sekali membuat Mbah Wasiran mendesah nikmat.
“oohhh teruusshh naak Amyy”, akhirnya Mbah Wasiran mengeluarkan desahan juga. Kepala Amy terus bergerak maju-mundur, ibu cantik itu kelihatan sangat menikmati batang ‘eskrim’ milik Mbah Wasiran. Amy terus menciumi, menjilati, mengemuti, dan mengulum batang & buah zakar milik si dukun tua. Onderdil Mbah Wasiran pun sampai basah kuyup oleh air liur Amy. Sesekali, Amy sedikit mengulum sambil mengunyah ‘helm’ pink Mbah Wasiran dengan lembut layaknya orang yang sedang menikmati lolipop lezat. Kedua tangan Amy pun begitu rajin memijati ‘sarang’ burung Mbah Wasiran sambil sesekali juga mengurut & mengocok batangnya.
“emmhh mmhhh”, gumam Amy yang kelihatan begitu meresapi nikmatnya mengulum alat kelamin Mbah Wasiran. Lama sekali Amy ‘berkaraoke’, tapi keduanya sama sekali tidak menyadari kalau waktu sudah berlalu cukup lama. Mbah Wasiran tentu tak menyadari lamanya waktu yang telah lewat karena dia sedang merasa keenakan, yang aneh adalah Amy. Dia begitu larut dalam kenikmatan mengulum kemaluan Mbah Wasiran sampai lupa waktu.
“ooohhh oookkhhh enaaakkhh nak Amyy !!”, Mbah Wasiran tak kelihatan ‘tenang’ lagi seperti sebelumnya, dia mengerang kencang sambil memegangi kepala Amy dan mulai menyodok-nyodokkan penisnya.
“UUOOOHHHH !!!”, teriak Mbah Wasiran sambil menekan penisnya kuat ke dalam mulut Amy yang gelagapan dan agak tersedak. Namun Amy langsung bisa menyesuaikan diri.
“ccrrtt mmhh”. Setiap semburan air mani diteguk Amy tanpa ragu-ragu.
“gllk glk”, terlihat dari tenggorokannya saat Amy menelan. Saat rasanya penis Mbah Wasiran sudah berhenti memuntahkan isinya, Amy pun mengeluarkan tongkat kebanggaan Mbah Wasiran dari mulutnya. Lidah Amy langsung ‘menyeka’ pucuk alat reproduksi Mbah Wasiran dengan teliti.
“cceepphh !!”, bunyi bibir Amy yang tadinya menjepit kepala penis Mbah Wasiran, kini lepas.
“kamu benar-benar hebat, nak Amy…”, ujar Mbah Wasiran sambil membelai kepala Amy seperti orang tua yang memuji anaknya karena telah melakukan pekerjaan dengan benar. Amy tersenyum dengan wajah yang masih agak merah, malu mengingat dirinya sendiri tadi.
“ayo nak Amy. sekali lagi..”. Hah ? sekali lagi ?, dalam hati, Amy kaget.
“sekali lagi, Mbah ?”.
“iya, nak Amy. harus 2 kali agar khasiatnya terasa”.
“tapi, Mbah…”, ujar Amy ragu. Rasanya tak mungkin ‘barang’ seorang pria masih bisa keras setelah ejakulasi, logika Amy.
Mbah Wasiran menuntun tangan kanan Amy ke batang kejantanannya lagi. Benar, pentungan besar itu masih keras, sama seperti sebelumnya. Bingung, aneh, dan agak takut, namun Amy tetap mengulum kemaluan dukun tua itu untuk kedua kalinya sampai Mbah Wasiran ejakulasi lagi di dalam mulutnya. Kenyang sperma rasanya, tenggorokan Amy terasa pekat sekali oleh rasa air mani Mbah Wasiran. Masih keras. Benarkah ia manusia ? kini, Amy benar-benar merasa ngeri. Mbah Wasiran mengangkat tubuh Amy dan ikut naik ke ranjang. Dia meletakkan tubuh Amy dengan posisi tidur tengkurap.
“ja..jangan..di sana, Mbah..”, ujar Amy ketakutan saat dia tahu kalau paranormal ajaib itu akan menyodomi pantatnya dari belakang.
“maaf, nak Amy. memang harus seperti ini”.
“nngg…”, Amy bingung, tak mungkin ia menolaknya, ia sendiri yang menyetujui ritual itu, tentu ritual itu harus dilakukan semuanya. Sesungguhnya pun dia agak penasaran bagaimana sensasi sodokan dari penis sebesar penis Mbah Wasiran, namun dia sungguh takut kalau benda tumpul itu sampai menyeruak masuk ke dalam liang anusnya. Pastilah perih & pedih.
“tenang, nak Amy. Mbah akan hati-hati..”. Si dukun sakti itu menyiapkan batang kebanggannya di depan lubang pantat Amy. Siap untuk mendobrak masuk ke dalam relung pantat Amy. Amy langsung menyambar kain yang digunakannya tadi sebagai kemben dan menggigitnya.
“hnnngg !!!”, Amy menggigit kain kencang saat benda tumpul memaksa masuk ke dalam lubang pantatnya. Sungguh pedih rasanya, air matanya sampai meleleh keluar dari kedua pinggir matanya. Liang anusnya terasa terbakar, panas sekali.
“hhnngghhhh !!!”, senti demi senti, penis Mbah Wasiran menyelip masuk ke dalam lubang pantat Amy dengan pasti. Detik penuh penderitaan dan rasa perih dialami Amy seiring tongkat sodok Mbah Wasiran yang semakin menjorok ke dalam. Sesuai dugaan, batang perkasa itu tak dapat masuk seluruhnya. Tapi tetap saja, rasanya begitu penuh & menyiksa bagi Amy.
“hhhh hh hh hhh hh”, nafas Amy cepat & pendek, terengah-engah, secara alami, dia sedang membiasakan dirinya dengan kondisinya sekarang.
Mbah Wasiran pun tak menggerakkan pinggulnya, dia hanya memeluk Amy dan mencumbui tengkuk lehernya sambil meremas-remas kedua buah dada Amy dengan lembut. Pintar sekali dukun tua itu, dia sengaja merangsang Amy agar ibu cantik itu bisa cepat beradaptasi dengan penisnya.
“eennngg !”, erang Amy tertahan kain saat Mbah Wasiran menarik penisnya. Pantatnya seperti ikut tertarik ke belakang. Terus tertarik sampai akhirnya Mbah Wasiran mendorong penisnya lagi. Rasa sakit yang sangat menyiksa Amy, namun memang tak bisa dipungkiri, ‘tusukan’ penis Mbah Wasiran memberikan sensasi berbeda pada Amy. Mbah Wasiran pun menikmati betapa hangat & sempitnya liang anus Amy yang ‘mencekik’ penisnya begitu kencang.
“emmmmnnn”. Terlihat jelas dari ekspresi wajah Amy, meski masih ada sedikit rasa perih, dia mulai merasakan nikmat dari penis Mbah Wasiran yang tengah ‘menyikati’ liang anusnya. Amy sendiri yang melepaskan kain dari mulutnya karena sudah terasa tak nyaman.
“jleebbhh ! AAAWWHHH !!!”, Amy berteriak setiap kali Mbah Wasiran menghentakkan penisnya masuk.
“pllok pllokk”, bunyi tumbukan selangkangan Mbah Wasiran dengan kedua bongkahan pantat Amy yang montok itu.
“mmhhh eemmm ooohhh aaahhhh oohh !!”, Amy bisa mengekspresikan rasa nikmat yang tengah dirasakannya sekarang. Mbah Wasiran pun semakin bersemangat, genjotannya semakin mengganas. Sungguh kenikmatan surga duniawi, apalagi desahan-desahan Amy terdengar begitu manja & sangat bergairah. Amy benar-benar terbuai dalam kenikmatan ‘suntikan’ Mbah Wasiran. Tak pernah ia merasakan seperti ini, punya suaminya juga tak terasa ‘menusuk’ seperti yang sekarang ia rasakan. Mbah Wasiran memegang pinggang Amy untuk memantapkan pegangannya terhadap tubuh Amy sehingga dia bisa memperkuat & mempercepat sodokan-sodokan penisnya. Hasilnya, erangan & desahan Amy pun semakin menjadi. Hawa nafsunya begitu menggelora, sama seperti Mbah Wasiran. Dan saking bergairahnya, Amy menggerakkan pantatnya maju-mundur & kadang menggoyang-goyangkan pantatnya saat Mbah Wasiran sengaja diam. Sekarang mereka begitu kompak melakukan persetubuhan itu. Tak ada lagi kecanggungan antara mereka berdua. Mbah Wasiran menyelipkan kedua tangannya ke bawah lengan Amy dan mengangkat tubuh bagian atas Amy. Kini, mereka berdua sama-sama setengah berdiri, dengan bertumpu pada kedua lutut mereka masing-masing, tapi ‘tiang’ Mbah Wasiran masih menancap dengan kokoh di dalam liang dubur Amy, tak goyah.
Kedua tangan Mbah Wasiran begitu asik menggerayangi kedua buah ‘susu’ milik Amy yang memang begitu kenyal dan sangat membuat ketagihan untuk meremas-remasnya. Sementara kedua tangan Amy berpegangan pada tubuh Mbah Wasiran yang ada di belakangnya. Pemandangan yang sungguh sensual & seksi, seorang wanita berkulit putih mulus berpegangan pada pria yang sedang menggenjotnya dari belakang.
“nak Amyy..”.
“Mbaahh..”, balas Amy dengan mendesah sebelum keduanya berciuman dengan mesra. Sambil terus meremas-remas payudaranya dan melumat bibirnya, Mbah Wasiran terus memompa penisnya keluar masuk liang anus Amy. Mbah Wasiran melepaskan kedua tangan Amy dan melepaskan pegangannya pada tubuh Amy. Ibu cantik itu kini menungging seperti semula. Tapi dukun sakti nan perkasa itu menarik kedua tangan Amy ke belakang. Terlihatlah Mbah Wasiran seperti sedang ‘mengendarai’ Amy. Posisi seperti ini membuat Amy merasa begitu tak berdaya. Terasa begitu dikuasai oleh si dukun tua itu.
“emmhhh eenngghhhh ooohhh !! teruusshhh Mbaahhh uuuhhhmmm !!!”. Amy sudah berpeluh keringat, panas karena gairah & nikmat yang terus menerus mencambuk batinnya. Kedua buah payudara Amy yang menggantung dengan indahnya itu bergerak maju-mundur seiring dengan gerakan tubuhnya. Indah sekali pemandangan susu Amy bagaikan 2 buah jam bandul yang bergoyang maju mundur secara terus menerus.
“MMMNNHHHH !!!”, lenguh Amy. Cairan hangat meleleh keluar dari bibir kemaluan Amy, tanda kalau dia habis merasakan puncak dari kenikmatannya.
“UUOOOHHHH !!”, hanya selang beberapa detik, Mbah Wasiran juga melenguh. Dia menarik kedua tangan Amy ke belakang lebih kuat dan menekan penisnya sampai mentok di ‘lorong’ dubur Amy.
“hemmhhh…”. Rasa hangat menyelimuti liang anus Amy yang membuat ibu cantik itu merasa nyaman. Penis Mbah Wasiran memang ‘menggali’ sangat dalam, Amy sampai bisa merasakan semprotan sperma dukun tua itu di ujung rectumnya. Ekspresi wajah Amy yang tadi sedang meresapi rasa hangat & nyaman pada liang anusnya berubah menjadi ekspresi kenikmatan lagi. Ya, Mbah Wasiran sudah mulai menggenjot Amy lagi. Tidak mungkin pria normal bisa seperti ini, pikir Amy di kala dirinya yang sedang merasa keenakan lagi. Mbah Wasiran menekan tubuh Amy ke bawah sehingga Amy pun jadi tidur tertelungkup dan ditindih dari atas oleh Mbah Wasiran. Penis Mbah Wasiran terasa begitu dalam ‘mengendap’ di liang anus Amy.
“kamu masih kuat, nak Amy ?”, bisik Mbah Wasiran di telinga Amy sebelum mengecupi pundak kiri Amy.
“masiihhh, Mbaahhh…”, jawab Amy agak mendesah.
Mbah Wasiran pun mulai ‘menyeboki’ Amy dengan penisnya lagi. Amy sungguh belum pernah merasakan senikmat ini ketika bercinta. Gairahnya, hawa nafsunya bahkan tubuhnya, serasa bersatu dengan Mbah Wasiran. Berhubungan intim dengan suaminya rasanya tak pernah sebegitu intens seperti sekarang. Apalagi ukuran kemaluan Mbah Wasiran yang besar, membuat Amy merasa pantatnya benar-benar diaduk-aduk & dicolok-colok dengan sangat hebat. Oh, sungguh tak terbayang kalau dukun tua itu lah suaminya, pastilah dia harus berjalan mengangkang setiap hari, fantasi liar Amy yang membuatnya orgasme 2x sebelum Mbah Wasiran menumpahkan air maninya lagi ke dalam anus Amy.
“hhh hhh hhh”, Amy mengatur nafasnya. Keadaan ibu cantik itu terlihat sexy & sensual. Tubuhnya berpeluh keringat, nafasnya yang terdengar seksi, rambutnya yang acak-acakan, dan ekspresi wajahnya yang menunjukkan kalau dia begitu puas setelah diintimi Mbah Wasiran dari belakang. Setelah Mbah Wasiran mencabut penisnya yang sedari tadi menyumbat lubang pantat Amy, bisa terlihat cairan putih di dalam & sekitar mulut lubang pantat Amy. Dengan gagah & berkeringat, Mbah Wasiran memandang Amy yang masih tidur tengkurap tak berdaya. Mbah Wasiran membalik tubuh Amy. Sedikit mengejutkan, Amy mengangkat kedua kakinya sendiri dan melebarkan kakinya seakan dia sudah tahu ‘sasaran’ Mbah Wasiran selanjutnya.
“hemmm”, Amy mengulum bibir bawahnya dan pandangannya ke arah samping kanan bawah namun kedua tangannya menyibak bibir kemaluannya seakan mempertontonkan bagian dalam vaginanya ke Mbah Wasiran sekaligus mempersilakan Mbah Wasiran untuk menancapkan batangnya ke dalam sana.
Amy dalam keadaan sadar melakukannya, terlihat wajahnya memerah. Aura gaib sekaligus gairahnya membuat Amy melakukan hal yang sangat nakal, hal yang lebih sering dilakukan seorang pelacur untuk ‘menggoda’ pelanggannya. Melihat wanita cantik yang ada di depannya berpose seperti itu, Mbah Wasiran langsung ‘menubruk’ tubuh Amy. Dengan bernafsunya, Mbah Wasiran mencumbui leher Amy lagi. Dukun tua itu sangat menyukai aroma tubuh Amy.
“uummhh hhemmm”, gumam Amy. Tak terlalu lama, Mbah Wasiran langsung menyiapkan tongkat sodoknya di depan bibir kemaluan Amy.
“emmnnngghhh….”, lirih Amy saat merasakan sebuah benda tumpul yang keras seperti membelah selangkangannya.
Amy bisa merasakan setiap inchi benda tumpul yang tengah masuk semakin ke dalam vaginanya. Terasa penuh sesak bagian bawah tubuhnya dan agak sedikit ngilu, Amy belum pernah merasakan seperti ini dengan senjata suaminya. Sementara Mbah Wasiran diam & meresapi jepitan dinding vagina Amy yang masih cukup kencang serta menikmati kehangatan dari liang kewanitaan Amy. Ibu cantik itu langsung melingkarkan kakinya di pinggang Mbah Wasiran. Penis Mbah Wasiran mulai bergerak meski agak susah. Walau tidak sepedih saat pantatnya disodomi, Amy tetap merasakan bagian bawah tubuhnya seperti sedang ditarik & didorong mengikuti gerakan penis Mbah Wasiran yang memang benar-benar mengait alat kelamin Amy dengan kencang.
“ooohh ooohh eemmmhhh hhmmhh uunngghhh”, desahan & lenguhan disertai nafas yang memburu & bunyi selangkangan yang bertumbukkan mengalun di kamar gelap namun hangat itu. Sesekali, Mbah Wasiran berhenti menyodok-nyodok ‘celah sempit’ Amy hanya untuk memagut bibir ibu cantik itu dan mencumbui lehernya. Keduanya kelihatan begitu menikmati setiap gesekan-gesekan alat kelamin mereka berdua tiap detiknya. Amy pun sekarang mendekap Mbah Wasiran dengan erat. Tubuh Amy yang berpeluh keringat memberikan aroma sensual tersendiri ke Mbah Wasiran. Tak ada yang lebih nikmat dari menyenggamai seorang wanita cantik yang sudah begitu sangat bergairah.
“OOOHHHH !!!”, erang Mbah Wasiran yang terus giat menggasak liang kewanitaan Amy. Sudah lama Amy tidak merasakan seperti ini. Merasa begitu tak berdaya, nikmat, dan kepayahan secara serempak. Terakhir dia merasakan hal yang sedang ia rasakan sekarang, saat dia baru menikah dengan suaminya, tahun-tahun pertama pernikahannya, dimana kejantanan suaminya terasa begitu ‘gagah’.
Mbah Wasiran semakin beringas, semakin brutal menggosoki liang vagina Amy.
“EMMMMHHH !!”, tubuh Amy menegang, mendapatkan orgasmenya, lagi.
“oohh oohh ohh !!”, Mbah Wasiran memegangi pinggang Amy dan memompa vagina Amy dengan lebih cepat & kuat lagi.
“OOKKHHH !!”. Tubuh Amy berkedut-kedut, reaksi alami saat merasakan letupan-letupan sperma hangat mengenai pangkal liang vaginanya. Tanpa menunggu selesai, Mbah Wasiran langsung mulai menggenjot lagi. Sperma pun banyak meleleh keluar dari sela-sela bibir kemaluan Amy. Dan untuk kedua kalinya, Mbah Wasiran membanjiri rahim Amy dengan air maninya.
“hhh hhh”, Amy sangat merasa kelelahan, sungguh sebuah sesi sex yang sangat memuaskan.
Padahal 1 lawan 1, tapi Amy bisa mendapatkan orgasme lebih dari 6 kali. Dia sendiri juga kaget kenapa dia masih dalam keadaan sadar. Namun, sekarang Amy merasakan akibat persetubuhan tadi, persetubuhan yang rasanya tidak mungkin dialami Amy dengan suaminya. Dia merasa tubuhnya bagai tak bertulang, mengangkat tangannya saja rasanya berat. Belum lagi tubuhnya yang berkeringat. Begitu lelah, lemas, benar-benar seperti habis berolahraga seharian penuh.
“istirahat, nak Amy…”, kata terakhir yang ia dengar sebelum menutup matanya dan beristirahat. Persenggamaan yang paling melelahkan yang pernah Amy lakukan, tak heran kalau dia tidur begitu pulas. Amy terbangun, mendapati dirinya sudah mengenakan kain lagi. Anehnya, dia tak merasakan apa-apa pada bagian bawah tubuhnya. Amy pun membuka lilitan kain di tubuhnya. Ternyata memang benar, tubuhnya bersih, tak terlihat seperti habis digagahi. Apa-apaan ini ?, tanya Amy dalam hati. Apa semua kenikmatan yang tadi ia rasakan itu hanyalah mimpi belaka ?. Kenikmatan yang begitu hebat dan membuatnya mabuk kepayang. Kalau memang benar hanya mimpi, tapi kenapa rasa nikmat itu terasa begitu nyata. Tiba-tiba ada orang masuk ke dalam kamar, orang itu Katro.
“Mbak Amy, mari ikut…”. Dengan banyak pertanyaan di pikirannya, Amy berjalan mengikuti Katro ke luar kamar.
Mbah Wasiran telah duduk di tempatnya.
“nak Amy sudah segar ?”.
“..mm..sudah, Mbah..”.
“ayo, silahkan duduk…”.
“pasti banyak pertanyaan yang mau nak Amy tanya..”.
“iya, Mbah..”.
“pertama, semua yang nak Amy alami, bukan mimpi..”.
“tapi, Mbah, kenapa badan saya…”.
“itu tidak penting..”.
“…”.
“akan Mbah ceritakan, ritual tadi…”. Mbah Wasiran menceritakan semua detail ritual yang mereka lakukan tadi. Pertama, Mbah Wasiran menjelaskan kenapa dia bisa sampai 6x ejakulasi. Itu karena Mbah Wasiran telah memanggil 6 jin untuk bersemayam di dalam dirinya. Ritual itu memang membutuhkan keperkasaan 6 jin karena setiap kali ejakulasi mempunyai manfaat untuk Amy. 2x ejakulasi di mulut memberikan Amy suara yang bagus serta kemampuan berbicara lancar & membuat siapapun jadi betah mengobrol dengan Amy. 2x ejakulasi di dalam liang anus akan membuat tubuh Amy tetap kencang & selalu fit / segar. 2x ejakulasi di dalam rahim akan membuat tubuh Amy selalu harum & mengeluarkan aura feminim, sexy, anggun, dan awet muda dari tubuh ibu cantik itu.